Senin, 08 Juni 2026 | 01:54
COMMUNITY

Masyarakat Indonesia di Brunei Laksanakan Shalat Idul Fitri 1446 H di KBRI Bandar Seri Begawan

Masyarakat Indonesia di Brunei  Laksanakan Shalat Idul Fitri 1446 H di KBRI Bandar Seri Begawan
Sekitar 1.500 orang warga Indonesia memenuhi halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan (Dok KBRI)
ASKARA - Sekitar 1.500 orang warga Indonesia memenuhi halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bandar Seri Begawan untuk menunaikan Shalat Idulfitri 1444 H yang dimulai pukul 07.00 pagi. 
 
Berbeda dari tahun lalu, Shalat Ied kali ini tetap sesuai protokol kesehatan, di antaranya memakai masker dan setiap jamaah membawa sajadahnya sendiri, tetapi tidak seketat yang diterapkan Pemerintah Brunei Darussalam pada tahun lalu. Tahun ini tidak ada lagi pembatasan Shalat Ied bagi anak-anak di bawah 11 tahun, dan  pembatasan jumlah jamaah dari Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam. 
 
Kegiatan dimulai dengan takbir bersama yang dipimpin oleh Ust. Rustam Harahap, diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil infaq dan sadaqah yang terkumpul selama Ramadhan 1444 H. 
 
Ust. Haji Minfadhlillah Hamid bertindak selaku Imam Shalat Ied, sedangkan sebagai Khatib. yaitu Prof. Madya Dr. Ust. Haji Abdurrahman Raden Aji Haqqi, dosen Indonesia yang mengajar di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam.
 
Dalam khotbahnya, Ust. Haqqi mengajak jamaah untuk merayakan hari kemenangan Hari Raya Idul Fitri dengan tetap dalam kebaikan hati dan perilaku. Seperti halnya  makna Idul Fitri yang tidak hanya kembali berbuka makan dan minum di siang hari, setelah sebulan tidak diperkenankan makan sepanjang hari.  
 
"Tetapi juga  identik dengan fithrah, dalam arti kembali kepada kesucian; kesucian hati dan jiwa (tazkiyatun nafs), kesucian pikiran (tazkiyatul fikrah), kembali kepada kemurnian agama," katanya.
 
Selain itu, disampaikannya pula lima panduan agar  istiqamah dalam beramal, teramasuk di antaranya meningkatkan niat ikhlas ketika melakukan amal ibadah kepada Allah SWT
Setelah pelaksanaan Shalat Ied.
 
Dalam acara ramah tamah dengan komunitas Indonesia yang hadir, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Bandar Seri Begwan, Irwan Iding, menyampaikan kepada para warga Indonesia yang ada di Brunei, untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku, serta menjaga persatuan dan kesatuan. Secara khusus KUAI mengajak seluruh warga Indonesia untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan tetap menjaga kebersihan.
 
"Wabah virus corona belum sepenuhnya  berakhir, dan untuk itu, kita semua harus tetap berhati-hati dan patuhi protokol kesehatan di mana pun berada," ujar Irwan Iding.
 
Masyarakat Indonesia yang hadir tampak bersemangat mengikuti Shalat Idul Fitri 1444 H yang merupakan tahun pertama pelaksanaan Shalat Ied tanpa pembatasan dari Pemerintah Brunei Darussalam. 
 
Sebelumnya, pada tahun 2021 dan tahun 2022 Shalat Ied masih diadakan dengan berbagai pembatasan dari otoritas Brunei. Bahkan pada tahun 2020, mengikuti anjuran Pemerintah Brunei Darussalam, KBRI Bandar Seri Begawan tidak mengadakan Shalat Ied. 
 
Di Brunei Darussalam, 1 Syawal 1444 H jatuh pada 22 Mei 2023 sesuai hasil rukyah yang disyahkan Ketua Hakim Syarie, Mahkamah Syariah, Jabatan Kehakiman Negara, Mufti Kerajaan, Kementerian Agama dan Kementerian Pembangunan, setelah melakukan pengamatan hilal setidaknya di lima lokasi di wilayah Brunei. 
 
Tahun ini penduduk Brunei merayakan Idul Fitri 1444 H pada 22 Mei 2023, sama dengan warga Indonesia dan banyak negara Muslim di dunia.
 
 
 
 

Komentar