Minggu, 07 Juni 2026 | 21:27
NEWS

Banjir Bandang di Brazil Akibat Menistakan Yesus dalam Karnaval Pemuja Setan?

Banjir Bandang di Brazil Akibat Menistakan Yesus dalam Karnaval Pemuja Setan?
Banjir dan Karnaval Satanic di Brazil (Dok Youtube)

ASKARA - Karnaval Satanic di Brazil, 17-21 Februari lalu, belakangan ini viral di media sosial terkait dengan bencana banjir yang melanda kota Rio de Janeiro  di dan Sao Paulo menjelang berakhirnya karnaval tersebut.

Banyak nitizen dari berbagai belahan dunia mengecam acara karnaval yang dianggap memuja setan, terlebih ada adegan di mana setan Lucifer menyeret tubuh Yesus, sehingga banjir bandang tersebut dianggap sebagai teguran dari Tuhan atas kegiatan karnaval tersebut.

Karnaval satanic adalah sebuah acara yang kontroversial dan kontemporer yang menjadi sorotan di dunia internasional pada beberapa tahun terakhir.

Karnaval satanic pertama kali diadakan pada tahun 2017 di kota Belo Horizonte, Brazil. Acara tersebut awalnya diadakan sebagai sebuah acara yang mempromosikan budaya gothic dan metal, namun kemudian bergeser menjadi sebuah acara yang menampilkan ritual-ritual satanisme dan okultisme yang kontroversial.

Acara tersebut diadakan oleh sekelompok orang yang menamakan diri mereka "Coletivo Satanic Panic", yang terdiri dari para penggemar musik metal dan gothic serta praktisi okultisme dan satanisme

Kelompok ini memiliki visi untuk menciptakan sebuah acara karnaval yang alternatif dan radikal, yang menggabungkan kebudayaan Brazil dengan simbolisme satanisme dan okultisme.

Acara Karnaval satanic pertama kali mendapat perhatian media setelah sejumlah gambar dan video acara tersebut tersebar di media sosial.

Banyak orang yang menganggap acara tersebut sebagai sebuah penghinaan terhadap agama dan moralitas, dan memicu kontroversi yang luas di Brazil maupun di luar negeri.

Namun, meski kontroversial, acara Karnaval satanic di Brazil terus berlanjut dan semakin populer. Acara tersebut terus diadakan setiap tahunnya, dengan semakin banyak penggemar musik metal dan gothic serta praktisi okultisme dan satanisme yang datang dari seluruh dunia untuk menghadiri acara tersebut.

"Akankah Tuhan mengirimkan bencana yang lebih besar? Yang pasti Tuhan itu bekerja dengan caranya sendiri tanpa seorangpun tahu! Berjaga-jagalah " kata seorang Nitizen, seperti dikutip, Minggu (5/3).

Komentar