Jumat, 14 Juni 2024 | 00:01
CULINARY

Nikmati Kopi Pancong di Warkop Agam Medan

Nikmati Kopi Pancong di Warkop Agam Medan
Ade sedang meracik Kopi Pancong (Dok Askara)

ASKARA - Selain menjadi bagian dari gaya hidup, minum kopi memang bisa menjadi mood boster serta untuk membantu lebih bersemangat ketika menjalankan aktivitas. 

Kini minum kopi sudah bukan menjadi kebutuhan, melainkan sebuah tren yang populer di kalangan generasi muda. Alasan kopi makin digemari tak lain karena khasiatnya yang bisa membantu para pecinta kopi untuk tetap produktif di tengah padatnya pekerjaan.

Minum kopi memang menyiratkan banyak cerita bermakna, termasuk dalam menggambarkan karakter budaya masyarakat di suatu daerah. Seperti yang bisa kita lihat di negeri Serambi Mekkah, Aceh, yang memang kental akan budaya minum kopinya.

Untuk menikmati Kopi Pancong khas Aceh tidak harus ke Aceh karena di Kota Medan pun ada tempat ngopi yang ramai dikunjungi kaum muda, yaitu Warkop Agam yang terletak di Jalan Sei  Belutu, Medan, Sumatera Utara.

Disebut kopi pancong (dibaca kopi pancung) karena isinya tidak penuh seperti dipancung atau dipotong. Meskipun disajikan setengah, porsi bubuk kopi dan olahannya persis sama seperti membuat kopi segelas penuh. Sehingga, rasa yang dihasilkan begitu sangat kuat dan kental.

Selain disebut kopi pancong karena bermakna dipotong setengah, nama ini juga didapat dari nama kue pancung yang biasanya juga ikut disajikan di warung – warung kopi Aceh sebagai cemilan pendamping meminum kopi. Meskipun juga ada cemilan lainnya seperti kue pastel, kue bohong atau pulut panggang sebagai panganan kawan minum kopi.

Nuansa di Warung Kopi Agam terasa sangat nyaman karena tempat yang luas sehingga dapat menjadi sarana bertemu dengan kawan, teman kerja, atau sekedar melepas lelah dan mencari inspirasi. 

 

 

Komentar