Kamis, 04 Juni 2026 | 09:12
COMMUNITY

GANA Konsisten Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV Aids di CFD

GANA Konsisten Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV Aids di CFD
Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV Aids di CFD (Dok. Askara)

ASKARA - Komitmen GANA (Gerakan Anti Narkoba dan Aids) tetap konsisten melakukan upaya sosialisasi bahaya narkoba dan HIV Aids memanfaatkan lokasi Car Free Day ( CFD) di Patung Kuda Monas dan Bundaran HI Jakarta.

Kegiatan ini dinilai efektif sebagai media penyampaian pesan yang informatif. Warga yang hadir antusias untuk berdiskusi tentang persoalan narkoba.

“Kegiatan kampanye anti narkoba di gelar Minggu 23 Oktober 2022  dengan kreatif dan mendapatkan respon positif dari warga yang menghadiri CFD,” ujar ketua umum Yayasan GANA Hj Jihan Azka Savitrie SH, Jumat (28/10),

Banyaknya Masyarakat yang terjerumus kedalam Penyalahgunaan Narkoba membuat GANA semakin gencar melakukan sosialisasi melalui media CFD.

Dalam momentum CFD ini para pegiat Anti narkoba  melakukan aktifitasnya sekaligus kampanye anti narkoba pada para pengunjung yang berada di area sekitar Monas. Para Penyuluh GANA menjelaskan bahaya narkoba sambil membagikan stiker dan air mineral.

GANA akan menjalin kerja sama dengan pihak sekolah, kampus untuk ikut berperan aktif melaporkan jika ada pecandu narkoba yang ingin sembuh dengan di rehabilitasi secara berkelanjutan.

Ia juga mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan sidak ke sekolah-sekolah disertai tes urine. Para guru dan siswa pun dilibatkan dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dengan membentuk pegiat anti narkoba dan relawan anti narkoba, di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Dengan rehabilitasi, masyarakat yang sudah nenjadi pecandu narkoba supaya berhenti dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, setelah direhabilitasi hingga sembuh, para mantan pecandu tetap diberikan pendampingan, sejauh mana ia kembali ke masyarakat sampai betul-betul bebas dari penyalahgunaan narkoba.

GANA membantu melakukan kegiatan pascarehabilitasi, yaitu memberikan pelatihan keterampilan wirausaha kepada mantan pecandu narkoba.

Jihan mengharapkan, para mantan pecandu dapat menjadi pribadi yang produktif kembali dan mandiri, tanpa ketergantungan dengan narkoba.

Sementara itu, menurut peserta CFD  penyalahgunaan narkoba oleh anak-anak yang menggunakan media lem atau mengonsumsi obat batuk dalam jumlah banyak sekaligus, akan menimbulkan efek mabuk hingga tidak sadarkan diri, tentu sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan dapat menghilangkan nyawa mereka.

Secara mental mereka akan terpuruk, dalam berkomunikasi pun tidak nyambung, dan bisa memberi dampak buruk bagi teman atau lingkungan sekitar. “Biasanya anak-anak mencari obat-obatan yang murah, yang bisa merefleksikan dirinya dalam keadaan fresh, padahal kenyataannya tidak,” tuturnya.

Sosialisasi Anti Narkoba dan HIV Aids ini di hadiri ketua umum Yayasan GANA Hj Jihan Azka Savitrie SH dan beberapa Pengurus GANA diantaranya Muler, Rudi, Wahyu, sdri Adelia, Euis, Mega, Neng , Dedeh.

Komentar