Kampung Gembira Gembrong, Kawasan Urban Memiliki Nilai Estetik
ASKARA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan lewat akun Instagramnya tentang Kampung Gembira Gembrong.
Kabar duka lima bulan lalu ternyata adalah pengantar untuk mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa. Setelah terjadi kebakaran, Anies berjumpa mereka yang mengalami kehancuran harta.
Suasananya penuh cobaan, tetapi orang-orangnya tetap tangguh, ulet dan Alhamdulillah ujian yang hari itu berat, menjadi pengantar untuk mendapat rumah yang lebih baik bagi Kampung Gembrong.

“Alhamdulillah, ikhtiar membangun kembali dilakukan bukan sekadar rencana, tapi dilaksanakan konsisten. Baznas BAZIS DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Timur turun tangan berkoordinasi, dan sekarang bukan saja sudah terbangun 138 rumah, tapi sudah menjadi kampung percontohan untuk Jakarta, Kampung Gembira Gembrong,” tulis Anies, Minggu (9/10).
Kampung Gembira Gembrong, kata Anies, menjadi contoh kampung di mana bangunannya ditata untuk sehat, dengan masing-masing ada rongga udara mengalir, sehingga suasananya sejuk dan tiap rumah mendapatkan udara yang segar dan sehat.

“Ditambah lagi, rancangannya warna-warni yang menggambarkan Kampung Gembira Gembrong,” ujarnya.
Menurut Anies, ini juga sebuah kampung yang menerapkan zero run off, yang mana aliran air (dari hujan) di tempat ini tak dialirkan ke luar, tetapi disiapkan sumur resapan, sehingga tak menyumbang air keluar.

“Semuanya dimasukkan ke dalam tanah dengan 16 sumur resapan, bukan hanya estetik, tapi modern secara konsep dan ramah lingkungan pengelolaan airnya,” terangnya.
Selain itu, terangnya, Kampung Gembira Gembrong juga adalah water front kampung atau kampung yang menghadap sungai.

“Kami berharap, kampung percontohan ini dapat menjadi pembelajaran bagi kampung lain di Indonesia, bagaimana membangun sebuah lingkungan kampung di kawasan urban yang memiliki nilai estetik, bangunannya modern, dan berkonsep ramah lingkungan,” pungkasnya.

Komentar