Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:52
NEWS

Punya Shadow Team 400 Orang, Pertanda Nadiem Makarim Tidak Percaya ASN

Punya Shadow Team 400 Orang, Pertanda Nadiem Makarim Tidak Percaya ASN
Anggota F-PAN DPR RI Guspardi Gaus

ASKARA – Anggota F-PAN DPR RI Guspardi Gaus mengaku kaget mendengar pernyataan Mendikbudristek Nadiem Makarim yang mengaku mempunyai 400 anggota bayangan yang bekerja sebagai tim yang melekat untuk kementerian yang dipimpinnya.

Menurut Guspardi, jumlah anggota bayangan tersebut tidak sedikit dan sungguh sangat dahsyat.

"Berapa jumlah gaji yang diberikan kepada 400 anggota bayangan yang terdiri dari product manager, software engineer, dan data scientiest. Bahkan setiap product manager dan ketua tim bayangan posisinya hampir setara dengan dirjen atau eselon satu?," tanya Anggota Komisi II DPR RI ini, Senin (26/9).

Guspardi menilai, akan menjadi beban tersendiri bila gaji yang dibayarkan dari uang APBN.

"Terlebih, 400 orang ini merupakan tenaga profesional di luar Kemendikbudristek. Bisa jadi anggarannya sama atau lebih besar dari anggaran birokrasi karena dianggap sebagai 'kelompok profesional'," ujar Guspardi.

Sebagai pimpinan tertinggi di Kemendikbudristek, imbau Guspardi, Nadiem hendaknya bisa lebih memberdayakan ASN di lingkungannya.

Sebab, jelas Guspardi, ASN sudah dibiayai oleh negara dan dimaksimalkan untuk melayani masyarakat.

"Apakah ini pertanda Mas Nadiem tidak percaya kepada ASN yang ada di dalam kementrian yang dipimpinnya, sehingga perlu tambahan amunisi 400 orang anggota bayangan," tutur Anggota Baleg DPR RI ini.

Guspardi mengingatkan Nadiem dapat mempercepat dan mengaksekerasi terjadinya reformasi birokrasi di kementeriannya.

"Salah satu tujuan reformasi birokrasi itu menjadikan birokrasi yang efektif dan efisien dengan memberdayakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga-lembaga pemerintah," terang Guspardi.

Guspardi pun berharap kepada Nadiem agar menerapkan azas proporsionalitas dalam menempatkan tim bayangan tersebut.

"Penggunaan tim juga harus tepat guna, tepat sasaran dan jelas kewenangan serta bidang tugasnya. Jangan sampai mereduksi kinerja ASN yang sudah ada di Kemendikbudristek. Keberadaannya pun harus diawasi dan dievaluasi, biasanya oleh inspektur jenderal," tegas Guspardi.

Oleh karena itu, Guspardi mengimbau, Nadiem harus menyampaikan secara terbuka ke publik nama-nama 400 orang Shadow Team ini.

"Perlu juga dijelaskan substansi pembentukan tim dan konstribusinya terhadap berbagai kebijakan yang dikeluarkan Kemendikbudristek. Jangan sampai timbul persepsi yang macam-macam dari masyarakat," imbuh Guspardi.

Bahkan, tambah legislator asal Dapil Sumbar 2 ini, ada yang menyamakan shadow team ala Nadiem ini dengan Satgassus pimpinan Sambo di Mabes Polri yang akhirnya dibubarkan.

"Hal ini penting dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dan pertanggungjawaban kepada publik," pungkas Guspardi Gaus.

Diberitakan, sebelumnya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membuat organisasi 'bayangan' di luar lembaganya. Organisasi itu terlibat dalam mendesain produk kebijakan yang dikeluarkan Kemendikbud.

Nadiem mengatakan organisasi itu berisi 400 orang yang bukan bagian dari vendor Kemendikbudristek, namun posisinya setara dengan suatu direktorat di dalam kementerian.

Pernyataan itu dia ungkapkan dalam rangkaian agenda United Nations Transforming Education Summit di markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagaiman di kutip dari  unggahan video di akun Instagram @nadiemmakarim, Kamis (23/9).

Editor: Husnie