Senin, 26 September 2022 | 10:48
COMMUNITY

Pakai 75 Ramuan Rempah, Terapi Woukouf Ala Raja Raja Papua Abad 12

Pakai 75 Ramuan Rempah, Terapi Woukouf Ala Raja Raja Papua Abad 12
Ustadz Fadlan Rabbani Garamatan berfoto bersama dengan peserta dari MPJI

ASKARA - Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) membuka terapi Woukouf. Terapi ini diperkenalkan oleh Ustadz Fadlan Rabbani Garamatan, pendakwah asal Papua. Menurut ustaz yang dijuluki “Ustadz Sabun Mandi” ini, terapi woukouf sudah dikenal di tanah Papua sejak abad 12.

Secara makna, jelas Ustaz Fadlan, woukouf berarti memanaskan tubuh dengan uap panas yang diramu dengan rebusan 75 macam rempah yang didatangkan dari Papua. Penguapan dilakukan di bilik-bilik bambu yang sudah disiapkan beberapa kursi.

"Selain meningkatkan imunitas, terapi woukouf berkhasiat untuk mengobati darah tinggi, kolesterol, stroke. Bahkan ada beberapa peserta yang positif Covid ikuti terapi ini. Alhamdulillah dengan izin Allah sembuh dari Covid,” terang Ustaz Fadlan di Pesantren Nuu Waar AFKN, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu  (17/9).

Adapun soal tarif terapi, Ustaz Fadlan tak mematok. Namun, jika masyarakat membayar, dialihkan untuk pembangunan masjid dan sarana Pesantren Nuu Waar AFKN.

“Siapa pun boleh datang. Mau Islam, mau bukan Islam, silakan. Kita melayani semua orang. Daftar dua pekan sebelumnya, karena kita siapkan rempah-rempah,” kata Ustadz Fadlan.

Melalui terapi ini, kata Dai asli Fak-Fak ini, para pasien akan mengikuti sejumlah tahapan. Pasien yang datang sebelumnya akan meminum kopi dan teh. Keduanya diracik dari tumbuhan asli Papua.

Selanjutnya, para pasien akan dibawa para santri menuju bilik yang di dalamnya terdapat sebuah panci besar. Panci besar itu berisi ramuan herbal yang menjadi inti dari terapi.

Pada tahapan pertama, peserta secara bergilir diterapi pukul tubuh dengan kayu. Bagian tubuh yang dipukul punggung, paha, dan betis. Tahapan terapi ini untuk merangsang lancarnya peredaran darah.

Selesai tahapan ini, peserta diberi minum ramuan kayu ular asli Fakfak dan qusthul hindi. Ramuan ini pahit terasa di lidah.

Kemudian, peserta menuju bilik-bilik bambu. Sebelum masuk ke bilik yang berkapasitas sekitar 15 orang, Ustadz Fadlan memberikan pengarahan kepada peserta.

Pengarahan selesai, peserta masuk ke dalam bilik. Peserta duduk mengelilingi panci besar yang berisi rebusan 75 rempah Papua.

Bacaan Al-Qur’an, takbir, serta shalawat mengiringi proses penguapan. Para peserta diminta membuka mata dan menghirup dalam-dalam kepulan asap ramuan. Proses penguapan di dalam bilik berlangsung selama 33 menit.

“Lamanya terapi 33 menit, dari sebelumnya 17 menit. Diperpanjang agar ramuan masuk ke tubuh secara maksimal,” jelas Ustadz Fadlan.

Bang Akmal, Koordinator Majelis Pemulia Jenazah Indonesia (MPJI) peserta terapi mengatakan merasakan manfaat dari terapi woukouf.

“Otot dan saraf yang tegang, Alhamdulillah jadi rileks. Keringat juga deras banget bercucuran. Bisa membakar lemak dan kolesterol juga,” katanya usai menjalani terapi.

Komentar