Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24
COMMUNITY

Gebyar Muharam 1444 H di Pengajian Baiti Jannati

Gebyar Muharam 1444 H di Pengajian Baiti Jannati
Suasana kegiatan Gebyar Muharam (Dok Baiti Jannati)
ASKARA - Setelah berlangsung kurang lebih sepekan penuh, rangkaian kegiatan Gebyar Muharram 1444 Hijriah 2022 di Pengajian Baiti Jannati, Desa Palasari Girang Kalapanunggal, Sukabumi, diakhiri dengan Tabligh Akbar pada Sabtu (27/8) malam. 
 
Puluhan Santri dan santriwati serta warga masyarakat setempat turut menghadiri kegiatan yang dipimpinan Ustadz Saeful Anwar, S.P.dI.
 
Pimpinan Pengajian Baiti Jannati itu mengatakan bahwa  kegiatan Tabaligh Akbar dalam rangka menyambut Gebyar Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Satu Muharam 1444 Hijriah. 
 
"Kami ingin mengajak semua santri dan santriwati untuk selalu gemar membaca Al-Quran, baik kalangan tingkat TK, SD, SMP, bahkan SMA," ujar Ustadz Saeful Anwar.
 
Alhamdulillah pada kesempatan ini, jelasnya, siswa ataupun santri yang ada di Baiti Jannati berjumlah sekitar empat puluh lebih. Mereka masih aktif untuk menjalankan syiar dalam membaca Al-Quran.
 
Khusus kepada para santrinya, Ustadz Saeful Anwar mendoakan agar apa yang sudah mereka kerjakan, amalnya khusus buat kedua orang tua, dan mereka yang telah menyelesaikan tugasnya sebagai santri dan santriwati, semoga kelak menjadi anak yang soleh dan solehah. 
 
"Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Bapak yang telah menginfakkan hartanya, pikirannya, dan tenaganya yang telah disumbangkan tehadap pengajian ini, semoga kelak ada balasan dari Allah SWT," ujarnya.
 
Dalam acara tersebut, tampak hadir ditengah-tengah para jamaah, manajemen Yayasan Baitul insan Ar-Raasyid, unsur wilayah setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, wali santri, dan tamu undangan lainnya.
 
Sementara itu dalam tausyiahnya, ustadz M.A Jamil Fauji, S.Pd.I mengajak kepada semua jamaah untuk bersyukur nikmat, dengan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Perasaan syukur bisa menjadi bentuk rasa terima kasih pada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikannya. Selain itu, bersyukur juga akan membuat kehidupan terasa lebih tentram dan damai. 
 
"Sebab, bersyukur akan membuat kita merasa cukup. Dengan begitu, kita juga akan lebih terhindar dari perasaan iri dan dengki yang membuat kehidupan jadi tidak tenang," kata Ustadz Jamil Fauji.
 
Menurutnya, banyak sekali kenikmatan yang diberikan Allah SWT yang jarang kita sadari dan syukuri. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur. Cara bersyukur kepada Allah yaitu dengan menerima apa saja yang diberikan oleh Allah. Anak yang soleh dan solehah, kenikmatan, dan pemberian lainnya.
 
"Oleh karenanya, yang dimaksud dengan bersyukur adalah tidak mengeluh atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan, baik itu rasa senang maupun kesulitan," terang ustadz yang mendapat julukan MZ Muda Jampang itu.
 
Ditambahkannya, bersyukur ini sebenarnya hal yang tampak sepele, tetapi berat dilakukan sehingga kita wajib mengajarkan anak-anak kita untuk bersyukur. 
 
"Salah satu caranya yaitu dengan mengajarkan cara bersyukur kepada Allah melalui hal-hal yang sederhana dan biasa ditemui dalam kehidupan keseharian, ajarkan anak-anak kita kepada hal-hal yang baik dan mendidik," pungkasnya. 

Komentar