Kamis, 09 Februari 2023 | 06:39
NEWS

Heboh Perempuan Diduga Warga Negeri Jiran Umrah Pakai Ihram Pria, Pemerintan Malaysia Langsung Bergerak

Heboh Perempuan Diduga Warga Negeri Jiran Umrah Pakai Ihram Pria, Pemerintan Malaysia Langsung Bergerak
Ilustrasi ibadah umrah (Khaleejtimes-AFP)

ASKARA - Seorang perempuan diduga warga negara Malaysia mengenakan kain ihram pria saat umrah membuah heboh media sosial.

Dalam video yang diunggah di akun Twitter Askrlfess, tampak seseorang berkacamata dengan pakaian ihram dan merekam dirinya sedang berada di depan Kabah.

Belakangan terungkap, video berdurasi 17 detik itu menampilkan seorang wanita dengan pakaian ihram pria. 

Terlihat, dia memiliki potongan rambut pendek menyerupai seorang laki-laki. Tak hanya itu, ia juga memakai pakaian ihram yang semestinya hanya dikenakan oleh jemaah laki-laki.

Beberapa akun media sosial dari Malaysia juga mengungkapkan kemarahan yang sama terkait video tersebut. 

Apalagi ketika terungkap wanita itu nekat melakukan aksinya diduga demi membuktikan jati dirinya sebagai pria di hadapan beberapa orang yang merasa ditipu olehnya.

"Aku paham kenapa dia begini. Dia terlalu terobsesi buat buktikan ke 'pacar-pacarnya' kalau dia ini laki-laki, makanya dia nekat. Sebab kepada korbannya dia mati-matian nggak mau ngaku kalau dia perempuan padahal korban sudah tahu," ungkap akun Twitter nameisAm_.

Pemerintah yang telah mengetahui perbuatan warganya itu langsung melakukan pengejaran. 

Menteri Agama Malaysia, Idris Ahmad mengaku, pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai kabar viral tersebut. 

Idris menyerukan tindakan tegas jika perempuan dalam video itu memang benar-benar warga Malaysia.

"Saya khawatir mendengar berita viral seorang perempuan menjalankan umrah menggunakan kain jemaah pria, ihram. Ini masalah keagamaan dan akan ada tindakan," ujar Idris, menukil The Star. 

Idris mengaku sudah menghubungi Kementerian Dalam Negeri untuk menggelar penyelidikan ketika warga tersebut tiba di Malaysia.

"Saya juga menghubungi Kementerian Pariwisata, Kesenian, dan Kebudayaan, untuk memastikan dugaan itu benar. Tindakan kuat juga akan diterapkan terhadap agen yang mengurus perjalanan umrah ini," kata Idris, menukil New Straits Times.

Komentar