Minggu, 14 Agustus 2022 | 05:22
NEWS

Aktivitas Gunung Merapi Terus Meningkat di Status Siaga, Warga Diimbau Waspada

Aktivitas Gunung Merapi Terus Meningkat di Status Siaga, Warga Diimbau Waspada
Gunung Merapi Muntah (Dok BPPTKG)

ASKARA - Gunung Merapi ditetapkan berstatus level III atau Siaga sejak 5 November 2020.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menjelaskan, berdasarkan pantauan kegempaan dan deformasi menunjukkan desakan dari suplai magma dangkal masih terus berlangsung. 

Kemudian, sistem vulkanik Gunung Merapi saat ini bersifat terbuka sehingga suplai magma ini tidak terakumulasi.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa mengatakan, dalam beberapa hari terjadi peningkatan intensitas guguran yang dominan berasal dari kubah lava barat daya. 

"Beberapa guguran juga bersumber dari tebing batuan lama yang bersifat lepas dan tidak stabil," jelas Agus dalam keterangannya, dikutip Sabtu (6/8). 

Dikatakan Agus, hal tersebut terjadi pada Jumat (5/8) pukul 08.46 WIB di mana guguran material lama meluncur di sisi barat atau arah Hulu Sungai Senowo.

Jarak luncuran guguran material lama itu sejauh 1.000-1.5000 meter dari puncak. 
"Kejadian guguran merupakan salah satu aktivitas yang wajar terjadi di gunung api aktif," ujarnya.

Sepanjang periode pengamatan 5 Agustus pukul 06.00-12.00 WIB tercatat terjadi 28 gempa guguran, 2 kali gempa embusan, 12 kali gempa multifase dan 4 kali gempa vulkanik dangkal.

Dalam periode ini, guguran yang teramati dan terdengar sebanyak 8 kali dengan jarak luncur maskimal 1.800 meter ke arah barat daya dan barat.  

Kemudian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap aktivitas Gunung Merapi dan mematuhi rekomendasi dari BPPTKG.

Komentar