Minggu, 14 Agustus 2022 | 05:25
TRAVELLING

Leiden University Library, Perpustakaan Dunia Tentang Islam di Indonesia

Leiden University Library, Perpustakaan Dunia Tentang Islam di Indonesia
Ustadz Buchory Muslim (UBM)

ASKARA – Disela-sela berdakwah di Negara Eropa, Ustadz Buchory Muslim (UBM) menyempatkan diri berkunjung ke Leiden University Library, Belanda. Perpustakaan ini didirikan pada tahun 1575.

Perpustakaan mengelola koleksi terbesar di seluruh dunia. Koleksi yang disimpan meliputi sekitar 5,200,000 volume, 1,000,000 e-book, 20,000 serial saat ini, 40,000 e-jurnal, 60,000 manuskrip Barat dan Timur, 500,000 pesan, 100,000 peta, 100,000 cetakan, 12,000 gambar dan 300,000 foto.

“Alhamdulilâh hari ini dapat kembali mengunjungi Leiden University Library, dan menemukan yang ingin dicari. Nyarinya satu dapatnya banyak sekali  Alhamdulillâh,´ujar Direktur Pesantren Qur’anicpreuner An Nahl Institute Jakarta, dikutip Selasa (2/8).

Di Asian Room, UBM menjumpai  salah satu majalah perempuan ternama, ada De Garuda yang di dalam bercerita di antaranya adalah tentang masuknya Islam di Indonesia.

“Yang mengagetkan adalah tiga jilid buku tebal yang bercerita tentang Tan Malaka,” tuturnya.

Di sisi lain, sambungnya, ketika De Garuda bercerita tentang masuknya Islam di Indonesia, buku ini menulis bahwa Islam masuk ke Indonesia baru di abad ke 13 ?!? “Saya-pun langsung tak tertarik, karena ragu akan isinya,” ujarnya.

Memang tak cukup 2-3 jam untuk mengeksplorasi banyak hal dari Perpustakaan lengkap Dunia ini. Butuh waktu lebih, “Alhamdulilláh,  dapat kartunya bisa dipakai selama sepekan dan mendapatkan akses khusus lengkap dengan passwordnya untuk masuk dalam digital library,” ungkapnya.

UBM berharap, semoga di Indonesia nanti, pada Museum Rasulullah SAW di Ancol ada Perpustakaan lengkap khususnya sejarah tentang  masuknya Islam di Nusantara.

'Alâ kulli hâl, setelah mendapatkan kartu akses Universitas Leiden, kita dapat mengakses banyak hal dan bisa dalam banyak bahasa.

Fasilitas yang lengkap dan mudahnya akses, sangat amat membantu untuk kita memperoleh ilmu dan pengetahuan yang luas. “Apalagi yang sedang melakukan penelitian atau tugas lainnya. Aamiin,” ucapnya.

Menurutnya, ada yang menarik cafenya namanya UBé Cafe, tambah sedikit lagi jadi lengkap UBM Café. “Semoga segera hadir di Cempaka Putih Jakarta,” tutupnya.

Komentar