Minggu, 07 Juni 2026 | 15:28
NEWS

Wamendagri: Anak Papua Bisa Pimpin Indonesia dengan Tegak Lurus

Wamendagri: Anak Papua Bisa Pimpin Indonesia dengan Tegak Lurus
Wamendagri John Wempi Wetipo (Dok Istimewa)

ASKARA - Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo mengatakan, warga Papua memiliki kesempatan berbeda di pemerintahan dibanding warga daerah lainnya.

Hal itu dikatakan Wempi saat memberikan kuliah umum kepada praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Regional Papua di Jayapura, Jumat (15/7).

"Kita bangsa Indonesia dari Merauke sampai Sabang kita ini semua sama, hanya kesempatan saja yang berbeda," kata John Wempi, dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (16/7). 

Dikatakan Wempi, dirinya merupakan orang Papua pertama yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri. 

Wempi pun meyakini, warga Papua mampu jika diberi kepercayaan mengemban amanah di pemerintahan.

"Kalau anak Papua bisa diberikan kesempatan memimpin negara sekalipun, kami bisa memimpin negara ini tegak lurus untuk membela kepentingan bangsa dan negara," kata dia.

Wempi ingin mengubah paradigma umum di Indonesia tentang urutan penyebutan daerah dari ujung barat hingga timur, yakni 'dari Sabang sampai Merauke'.

Menurutnya, perubahan paradigma itu bisa membuat Papua mengejar ketertinggalannya.

"Jadi pada saat orang Jakarta sudah bangun, mau menuju ke Papua, Papua sudah keburu gelap duluan, sehingga mereka tidak bisa melihat yang bisa dikerjakan di negeri ini. Makanya Papua terus tertinggal. Makanya saya bilang sebutan dari Sabang sampai Merauke itu kita ubah, dari Merauke sampai Sabang karena mataharinya dari timur Indonesia,"

Menurut Wempi, selanjutnya lulusan terbaik dari IPDN Kampus Papua bakal diberi kepercayaan untuk ditempatkan di provinsi baru di Papua.

Dia menyebut penempatan lulusan terbaik IPDN itu guna membangun fondasi yang kuat dan benar demi menyejahterakan orang Papua.

"Kami telah membahas tadi dan sebanyak 300 purna praja IPDN akan ditempatkan pada DOB (daerah otonomi baru) di Papua," tandasnya.

Komentar