Rabu, 17 Juni 2026 | 22:43
TRAVELLING

Dikira Haji VIP, Tri Widayanti: Haji Furoda Lebih Mirip Haji Backpacker

Dikira Haji VIP, Tri Widayanti: Haji Furoda Lebih Mirip Haji Backpacker
Ilustrasi jamaah haji (int)

ASKARA - Haji Furoda disebut juga Haji Non Kuota dimana dalam pelaksanaannya dilakukan secara mandiri (non-pemerintah). Haji Furoda tidak harus menunggu antrian jika ingin naik haji. Namun,  Subhanallah dengan biaya antara 250-350 juta kalau apa-apa harus diurus sendiri.

Ini kisah nyata yang dituturkan Tri Widayanti, jamaah Haji Furoda. “Akhirnya tepar juga abi setelah seharian jalan lebih dari 20km tanpa berhenti. Masya Allah,” tulis Tri lewat akun Facebooknya, dikutip Senin, (11/7).

Tri mengingatkan, buat teman-teman yang mempertimbangkan mau berhaji, sarannya ikut berhaji reguler atau berhaji plus yang diselenggarakan oleh pemerintah. Karena apa? Karena jelas fasilitasnya.

“Kami nih haji furoda, nilainya antara 250-350 juta, sesungguhnya ini bukan haji VIP. Wkwkwkwk,  baru tahu ternyata haji furoda dengan fasilitas semahal itu, ternyata lebih mirip haji mandiri atau backpackeran,” tuturnya.

“Alhamdulillah nya saya dan suami sudah terbiasa backpackeran ke negara orang lain, kebayang gak sih kalau gak terbiasa? Atau misal anaknya pengen ngasih fasilitas terbaik buat orangtuanya dengan haji furoda, ternyata yang terjadi sebaliknya. Allah,” sambungnya.

Tri mengira haji furoda itu tinggal duduk manis, semua fasilitas ada. Ya macam kita umroh bintang 5 itu. Tinggal fokus aja ke ibadah. Ternyata ini berbeda. Ya Allah untungnya saya berhaji dengan temen temen saya sendiri yang umurnya masih muda muda, masih kuat secara fisik, masih bisa kuat berjalan. Gak kebayang kalau para orangtua. Huhu,” katanya.

Tri menjelaskan, kita ini Haji Furoda, semuanya serba mandiri. Sampai pengurusan administrasi saat berada di Saudi juga kami urus sendiri, dari kartu identitas sampai dapat maktab (tempat tinggal selama haji di Mina dan Arafah).

Kalau haji dari pemerintah, kita tinggal duduk manis karena udah ada yang mengurusi, banyak panitia yang terlibat, banyak transportasinya, jelas kegiatannya apa.

Sedangkan haji furoda, kita harus rebutan bis sama negara lain yang akhirnya butuh berjam jam untuk mengantri. Gag jelas fasilitasnya. “Dan kami harus jalan kemana mana karena gag ada transportasi nya yang disediakan. Kalau kemana mana naik taksi yang luar biasa tarifnya. Harus keluar uang terus,” ungkapnya.

Nah, lanjutnya, kecuali temen temen daftar haji di Travel besar macam Dream Tour, Maxtour, Shafira. Itu bener bener VVIP. Memang bagus. Karena setara juga dengan harganya yang 500 jutaan per orang.

“Kalau hanya punya budget 250-350 juta. Ya siap siap luntang lantung kemana mana sendiri. Apalagi yang luar biasanya maktab nya paling jauhhhh. Misal jarak maktab ke lempar jumroh aja 16km. Dan kita harus jalan kaki. Yes jalan kaki 3 jam,” katanya.

Setiap hari, Tri mengungkapkan mereka  jalan kaki kesana kemari. Mau naik taxi tidak bisa karena jalan ditutup dimana mana. Pilihannya hanya satu. Jalan kaki. Kalau haji pemerintah ada bus resmi, mereka tidak ada.

“Semalam kami berjalan kurang lebih 5 jam tanpa berhenti. Berhenti saat minum aja. Karena pasti di usir sama para polisi ” Ya Hajj, Ya Hajj!!!”. Gitu terus  selama 5 jam. Sampai gag tau kita berhentinya kapan, karena disuruh jalan terus. Akhirnya tumbang juga mas Tiyo. Demam tinggi karena kecapekan,” demikian dikatakan Tri.

Selanjutnya, Tri mengingatkan, yang punya pikiran seperti dirinya tentang haji furoda, mulai hari ini diubah pikirannya. Haji furoda hanya menang di waktu saja, tidak perlu antri. “Tapi jangan tanya fasilitas. Masya Allah tabarakallah,” katanya.

Untuk itu, Tri menyarakan mengikuti Haji reguler saja maktabnya deket deket dengan tempat yang mau di tuju. “Sedangkan kami nih, semua haji furoda harga segitu, maktabnya jauh jauh. Kamu bayar segitu ya artinya siap siap jadi backpackeran,” sebutnya.

Saran nya, kalau tidak mau nunggu lama, maka pakai haji plus dari pemerintah saja. Nunggu 5 tahun, tapi jelas semuanya. Jelas fasilitasnya, jelas disini kegiatannya apa, jelas jadi haji resmi indonesia dan jelas juga harganya.

“Justru harganya lebih murah dari furoda. Gelangnya juga beda sama kami yang furoda. Walaupun ada banyak panitia indonesia, kita mah gag masuk hitungan untuk di urusi. Urus diri masing masing. Ya kayak semalam, jalan 5 jam tanpa berhenti. Masya Allah tabarakallah,” ujarnya.

Menurut Tri, kalau mau haji secara langsung, langsung berangkat, bisa pakai furoda dengan nilai ratusan juta. Tapi siap siap backpackeran aja. Fisik, tenaga dan pikiran bener bener disiapin.

Kalau mau tenang, fasilitas semuanya ada. Setidaknya jalan gag perlu terlalu jauh karena ada bus kemana mana, maktab deket kemana mana. Tapi masa tunggu nya agak lama. Maka bisa pilih haji Reguler bisa 20 tahunan, haji plus 5 tahunan.

“So, tinggal pilih mana? Kalau kuat dan mau ribet coba furoda. Kalau pengen duduk manis tinggal fokus beribadah maka pilih yang penyelenggaranya pemerintah resmi Indonesia. Semoga bermanfaat,” tutupnya.

 

Komentar