Selasa, 16 Juli 2024 | 09:12
NEWS

Atas Usul Ganjar Pranowo, Kenaikan Tarif Naik ke Candi Borobudur Rp750 Ribu Ditunda

Atas Usul Ganjar Pranowo, Kenaikan Tarif Naik ke Candi Borobudur Rp750 Ribu Ditunda
Ganjar Pranowo (Dok Instagram)

ASKARA - Kenaikan tarif naik ke Candi Borobudur mendapat banyak protes masyarakat dan sejumlah kalangan.  

Lantaran itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan agar menunda kenaikan harga tiket naik ke Candi Borobodur itu. 

Usulan Ganjar itu lantas diterima dengan baik dan disetujui Luhut Binsar Pandjaitan. 

"Saya sampaikan kepada beliau (luhut), ini banyak yang protes. Menurut saya, diendapkan dan beliau setuju," ungkap Ganjar, usai pertemuan dengan Luhut Binsar di Puri Gedeh Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (7/6).  

Menurut Ganjar, perlu dilakukan sejumlah langkah sebelum penetapan tarif Rp750.000 untuk wisatawan lokal, dan USD 100 setara Rp1,4 juta untuk turis asing diberlakukan. 

Kata Ganjar, kenaikan tarif naik ke stupa candi perlu dibicarakan kembali dengan pihak Taman Wisata Candi (TMC) Borobudur, Prambanan, Ratu Boko dan Balai Konservasi Borobudur (BKB).

"Ini soal tarif jangan dibicarakan dulu, dan memang TWC sama balai (BKB) sedang berkomunikasi, maka masyarakat tidak perlu resah. Itu penting untuk disampaikan," kata dia.

Ganjar menjelaskan bahwa penataan kawasan Candi Borobudur terus dilakukan. Termasuk mencari skenario terbaik untuk mengatur wisatawan yang akan naik ke bangunan candi.  

"Memang setelah itu TWC pun menyampaikan akan ditindaklanjuti dengan balai (BKB)," terang Ganjar.

Skema tersebut tetap harus mengedepankan menjaga dan merawat konservasi, baik pembatasan kuota maupun dengan solusi lainnya.

"Ini postpone dulu. Tadi Pak Menteri (Luhut) sudah menyampaikan, Pak Gub itu kita postpone dulu, biar tidak terjadi cerita yang ke mana-mana," tuturnya. 

Ganjar menyampaikan, keputusan Luhut menetapkan harga tiket untuk membatasi jumlah pengunjung menjadi 1.200 orang dengan tujuan menjaga dan melestarikan Candi Borobudur belum final dan masih perlu dikaji kembali. 

"Itu artinya butuh pranata regulasi terus kemudian kelayakan dari tarif yang ada, mekanismenya, karena mereka yang akan mengeksekusi," pungkas Ganjar. (jpnn)

Komentar