Kamis, 01 Desember 2022 | 16:43
NEWS

Kecam Keras Pesta Bikini di Depok, MUI Sebut Defisit Moral

Kecam Keras Pesta Bikini di Depok, MUI Sebut Defisit Moral
Ilustrasi bikini (Dok Pixabay)

ASKARA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons acara pesta bikini di kawasan Depok dengan kecaman keras.

MUI menilai, orang-orang yang hadir dalam pesta di sebuah rumah mewah perumahan Pesona Khayangan di Depok, Jawa Barat itu defisit moral.

"Mereka betul-betul tuna sensitifitas, defisit moral, dan abai masa depan bangsa," ungkap Wakil Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Pusat, Maneger Nasution, Selasa (7/6).

Untuk itu, Manager mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pesta bikini ini, termasuk peredaran minuman keras.

"Kita mengajak masyarakat agar memperkuat ketahanan keluarga Indonesia sebagai benteng terakhir masa depan bangsa," ujar Manager.

Manager juga meminta publik tidak terprovokasi dan main hakim sendiri atas peristiwa tersebut.

"Mari kita hadirkan keyakinan bahwa kepolisian kita mau dan mampu menuntaskan kasus tersebut secara profesional, mandiri, dan transparan," kata dia.

Diketahui, sebelumnya pihak kepolisian membongkar adanya pesta bikini yang digelar di sebuah perumahan di daerah Depok. Pesta itu mematok tarif dari Rp300 ribu hingga Rp8 juta bagi para pesertanya.

Selain itu, ada berbagai kelas atau kategori tiket untuk pesta bikini itu. Misalnya saja, untuk VIP mendapat bonus sejumlah botol minuman beralkohol.

Para peserta yang hadir dalam acara pesta bikini itu tak hanya berasal dari wilayah Jakarta saja, tapi juga luar daerah. Diduga, undangan acara pesta bikini itu disebarkan melalui media sosial Instagram.

Komentar