Jokowi Ingin Perusahaan Amerika Realisasikan Investasi US$15 Miliar di Bukit Asam
ASKARA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Chairman dan CEO Air Products Seifi Ghasemi di Hotel Ritz Carlton, Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (12/5). Dalam pertemuan itu, Jokowi menekankan pentingnya realisasi rencana investasi perusahaan asal AS tersebut.
Perusahaan tersebut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia terkait investasi gasifikasi batu bara dan turunannya senilai US$15 miliar di Dubai, pada November 2021 lalu.
"Sebagai implementasi rencana tersebut pada 24 Januari lalu, saya telah lakukan groundbreaking industri hilirisasi coal to DME di Bukit Asam. Saya berharap semua rencana investasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti," ungkap Jokowi dalam keterangan resmi yang diunggah di laman Sekretariat Kabinet, dikutip Jumat (13/5).
Sementara, Bahlil mengatakan, rencana investasi Air Products sudah terealisasi US$7 miliar pada tahap pertama.
"Adalah proyek DME, metanol di Balongan, dan mau membangun juga metanol di Cepu, sisanya kita akan bikin hidrogen yang akan dibangun di Indonesia dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang dimiliki negara," kata Bahlil, usai pertemuan.
Bahlil menyampaikan, dari hasil diskusi Presiden dengan CEO Air Products, perusahaan berencana membangun industri dari hulu ke hilir di bidang petrokimia.
"Sekarang tugasnya adalah pemerintah Indonesia harus segera mengeksekusi karena uangnya sudah ada, proyeknya sudah ada. Saya pikir pertemuan hari ini dengan Bapak Presiden dengan Pak Seifi ini menunjukkan bahwa investasi di Indonesia tidak hanya dikuasai suatu negara tertentu tapi sudah merata," ungkap Bahlil.

Komentar