Selasa, 21 Juli 2026 | 22:56
NEWS

Pengamat Transportasi: Perlu Tambahan Kebijakan untuk Memecah Arus Balik

Pengamat Transportasi: Perlu Tambahan Kebijakan untuk Memecah Arus Balik
Ilustrasi arus mudik (Rotasi-otomart.id)

ASKARA - Kepadatan dan kemacetan arus balik Lebaran 2022 di jalan tol dan pelabuhan penyeberangan masih terjadi. 

Masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik yang terus meningkat membuat pihak kepolisian mengeluarkan diskresi dengan menambah panjang dan waktu rekayasa lalu lintas one way (satu arah) di jalan tol menuju Jakarta. 

Tujuannya, agar tidak terjadi kemacetan panjang di jalan tol menuju Jakarta. Namun, penambahan waktu rekayasa one way membuat kepadatan dan kemacetan di jalan arteri seperti di arah Jakarta dan Bekasi, juga di daerah lain. 

Pengamat Kebijakan Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, kepadatan atau kemacetan akan terjadi dan lebih padat jelang tanggal akhir cuti nasional, pada 9 Mei 2022.

Bahkan, sudah terjadi kepadatan bukan hanya di jalan tol atau jalan arteri tetapi juga di sarana pelabuhan penyeberangan, pada hari ini, Sabtu (7/5). 

Untuk mengantisipasi kepadatan, pemerintah mengeluarkan kebijakan terbaru dengan menambah masa libur anak sekolah setelah tanggal 9 Mei 2022. Ada juga usulan agar aparatur sipil negara (ASN) kerja dari rumah (WFH) seminggu ke depan. 

"Ternyata antisipasi rekayasa lalu lintas sekarang ini tidak mampu mengendalikan kepadatan arus mudik maka perlu tambahan kebijakan untuk memecah arus balik," ujar Azas Tigor, dalam keterangan tertulis.

Menurut Azas Tigor, fakta di lapangan terlihat memang agak lambat dan tidak adanya petugas kepolisian yang memadai mengatur arus lalu litas di jalan. 

"Ajakan Presiden untuk menunda pemudik kembali ke daerah tujuan serta perlu tambahan waktu arus balik mudik harus dilakukan serta disosialisasikan segera.  Langkah cepat lain yang dapat dilakukan adalah menurunkan dan menggerakkan petugas kepolisian dalam memperlancar arus balik tidak hanya di jalan tol tetapi juga di jalan arteri. Selain itu perlu dilakukan penambahan fasilitas transportasi publik bagi pemudik untuk kembali ke Jakarta dan kota tujuan lainnya," urainya. 

Pada masa arus balik, kata Azas Tigor, harus ada kebijakan berupa fasilitasi waktu yang lebih panjang seperti saat arus mudik.   

Padahal sejak awal sudah banyak masyarakat yang memberi saran agar ada perencanaan lebih baik untuk mengantisipasi ledakan kepadatan dan kemacetan lalu lintas pada masa arus mudik dan arus balik," katanya.

Selanjutnya, tambah Azas Tigor, perlu langkah lebih terprogram dan sistematis untuk memfasilitasi arus mudik dan arus balik pada masa libur seperti sekarang ini.  

"Persiapan pembuatan strategi fasilitasi arus mudik dan balik sebaiknya melibatkan juga stakeholder terkait di bidang transportasi, pelayanan publik, kesehatan dan keamanan," tandasnya. 

 

 

Komentar