Suhu di Indonesia Diperkirakan Capai 4 Derajat Celcius pada 2100, Ini Penjelasan dan Bahayanya
ASKARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, suhu rata-rata di Indonesia akan mencapai 4 derajat celcius pada tahun 2100 mendatang.
Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, hal tersebut dapat dicegah. Caranya dengan segera melakukan langkah mitigasi secara komprehensif dan terukur guna menahan laju perubahan iklim.
Hal itu disampaikan Dwikorita dalam Seminar Dinamika Atmosfer Regional Provinsi Utara dalam rangka peringatan Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-72, Selasa (12/4).
"Mitigasi harus dilakukan segera, tidak bisa ditunda-tunda karena situasi kekinian sangat mengkhawatirkan. Contohnya, Siklon Seroja yang terjadi di NTT tahun lalu, semestinya siklon tersebut tidak terjadi di wilayah tersebut, tapi akibat perubahan iklim siklon tersebut muncul," ujar Dwikorita, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (13/4).
Dikatakan Dwikorita, kenaikan suhu di seluruh pulau utama di Indonesia yang mencapai 4 derajat celcius pada tahun 2100 itu empat kali dibandingkan zaman pra-industri.
Bahkan, puncak Jaya Wijaya di Papua yang pada 2020 memiliki ketebalan es 31,49 meter, di tahun 2025 diperkirakan es tersebut akan hilang sepenuhnya.
Dwikorita mengatakan, peningkatan suhu tersebut akan memicu terjadinya cuaca ekstrem dan anomali iklim yang semakin sering. Intensitasnya pun semakin kuat dengan durasi panjang.
Kondisi tersebut, akan mengakibatkan kerugian bagi Indonesia. Tidak hanya bersifat materil seperti infrstruktur, namun juga korban jiwa.
"Jadi jangan heran jika saat musim kemarau juga terjadi hujan dan banjir, atau musim kemarau akan terasa lebih panas dan kering. Pun saat musim hujan, jauh lebih lebat sehingga memicu bencana hidrometeorologi," jelasnya.
Dwikorita mengungkapkan, bencana hidrometeorologi di Indonesia meningkat menjadi bencana terbesar dengan prosentase 95 persen. Selama tahun 2021, bencana yang mencapai 5.402 kasus merupakan sebagai dampak perubahan iklim global.
Dwikorita menegaskan, pemerintah bersama semua elemen masyarakat harus bekerja sama dan gotong royong dalam melakukan aksi mitigasi. Mulai dari penghematan listrik, air, pengelolaan sampah, pengurangan energi fosil dan menggantinya dengan kendaraan listrik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, restorasi mangrove, dan lain sebagainya.

Komentar