Minggu, 07 Juni 2026 | 10:47
NEWS

Penyerangan Membabi Buta KKB di Nduga, Korban Marinir Gugur Bertambah

Penyerangan Membabi Buta KKB di Nduga, Korban Marinir Gugur Bertambah
KKB di Papua (Dok Istimewa)

ASKARA - Prajurit TNI yang meninggal dunia akibat penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pos Militer Satgas Mupe Yonif Marinir-33 di Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu (26/3) bertambah satu orang.

Sebelumnya, satu orang prajurit TNI gugur dalam penyerangan membabi buta KKB yang dipimpin Egianus Kogoya, pada Sabtu (26/3) sore itu. 

Prajurit TNI yang gugur dalam tugas itu bernama Pratu Mar Wilson Anderson, yang menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (27/3) dini hari. 

"Dua orang meninggal dunia. Alm Pratu Mar Wilson Anderson pada hari Minggu dini hari (27/3). Korban lain yang meninggal dunia sehari sebelumnya Alm Letda Mar Moh. Iqbal," ungkap Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, kepada wartawan, Minggu (27/3).

Pratu Mar Wilson Anderson sebelumnya sempat mendapat penanganan medis dari tim dokter Satgas. Namun, kata dia, upaya tersebut tak berhasil hingga akhirnya prajurit TNI itu meninggal dunia.

Jenazah korban, saat ini sudah berada di RSUD Mimika untuk dilakukan proses pemulasaran. Dari keseluruhan, terdapat total enam prajurit yang mengalami luka-luka berinisial Serda RF, BP, EES, Pratu ASA, Prada ADP, dan LH.

Kemudian, dua lainnya mengalami luka ringan, yakni Pratu RS dan DS. Mereka masih berada di wilayah Kenyam, Kabupaten Nduga saat ini.

"Untuk Alm Pratu Wilson Anderson, juga direncanakan pada hari Senin (28/3) akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah dan diberangkatkan ke rumah duka menggunakan pesawat udara transit di Makassar-Surabaya, kemudian menuju di Kupang," terang Chandra.

Chandra berharap agar prajurit yang terluka akibat serangan yang dilakukan KKB tersebut dapat segera tertolong dan bertugas kembali.

Sebelumnya, KKB pimpinan Egianus Kogoya menyerang secara membabi buta Pos Satgas Mupe TNI AL di Nduga, Papua, pada Sabtu (26/3) sore. 30 prajurit marinir yang berjaga jadi berondongan senjata.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan Satgas Mupe di Kenyam sebenarnya beranggotakan sekitar 250 prajurit dari Yonif Marinir 3. 

"Belum dipastikan apa yang menyebabkan mereka diserang KKB yang diduga dipimpin Egianus Kogoya. Dan itu akan diselidiki," ungkap Izak Pangemanan, dikutip Minggu (27/3).  

Penyerangan KKB tersebut menyebabkan seorang prajurit TNI gugur dan sembilan anggota anggota marinir mengalami luka-luka. Prajurit yang gugur Letda Iqbal yang menjabat sebagai komandan peleton.

"Mereka diserang dari berbagai arah hingga menyebabkan jatuhnya 10 korban," tandas Pangemanan. 

Komentar