Rabu, 22 Juli 2026 | 05:09
NEWS

Ketum PKB Ketemu KPU-Bawaslu, Pemulu 2024 Makin Tak Pasti

Ketum PKB Ketemu KPU-Bawaslu, Pemulu 2024 Makin Tak Pasti
Muhaimin Iskandar (Dok Istimewa)

ASKARA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dengan 7 komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan 5 anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) masa jabatan 2022-2027 terpilih bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Caik Imin) baru-baru ini.

Pertemuan tersebut diunggah Cak Imin sapaannya di Instagram resmi miliknya @cakiminow Jumat (11/3) lalu. 

Dalam unggahan itu, nampak Cak Imin dan 12 orang KPU-Bawaslu beserta 2 orang lainnya duduk dan foto bersama.

Terkait hal itu, Pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai pertemuan tersebut menambah kecemasan terhadap kepastian penyelenggaraan Pemilu 2024.

Pasalnya, Cak Imin merupakan salah satu tokoh yang mengusulkan ide penundaan Pemilu 2024.

"Saat yang sama, tentu hal ini menambah kekhawatiran dan kecemasan akan kepastian pelaksanaan pemilu 2024," kata Ray dalam keterangan resminya, dikutip Senin (14/3).

Dikatakan Ray, komisioner KPU-Bawaslu yang baru terpilih bertemu dengan Cak Imin sangat mengejutkan sekaligus memalukan. Sebab, tidak jelas alasan rasional dan etika yang mendasari pertemuan tersebut.

"Apa maksudnya, untuk apa dan bertujuan apa pertemuan tersebut?" tanya dia.

Ray juga menilai pertemuan tersebut memberi kesan bahwa Ketua Umum PKB dapat mengundang para komisioner penyelenggara pemilu. Diundang ketua partai, kata dia, justru memberi efek negatif terhadap para komisioner.

Ia juga menyinggung pelaksanaan pemilihan anggota KPU-Bawaslu 2022-2027 juga penuh dengan kritik masyarakat atas asas tranparansi.

"Pertemuan seperti ini dapat menambah timbunan kecurigaan publik atas independensi penyelenggara pemilu," kata Ray.

Melihat hal itu, Ray meminta kepada anggota KPU-Bawaslu yang baru terpilih segera menyampaikan keterangan soal pertemuan tersebut.

"Penyelenggara pemilu harus benar-benar menjaga kualitas moral etika dan independensi mereka demi menumbuhkan kepercayaan masyarakat," tandasnya.

Komentar