Minggu, 07 Juni 2026 | 22:21
NEWS

Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Kali, Begini Potensi Bahayanya

Gunung Anak Krakatau Erupsi 9 Kali, Begini Potensi Bahayanya
Gunung Anak Krakatau (Dok Istimewa)

ASKARA - Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. Kali ini tercatat sebanyak 9 kali. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Badan Geologi mencatat, tinggi erupsi Gunung Anak Krakatau berkisar 800-1.000 meter.

"Pada 4 Februari 2022 teramati letusan sebanyak 9 kali yaitu pada pukul 09.43, 10.25, 10.28, 12.46, 13.00, 13.31, 13.41, 14.46 dan 17.07 WIB," kata Kepala PVMBG Andiani melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (5/2).

Dikatakan Andini, dari pemantauan visual, erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik. Erupsi itu terjadi seiring dengan terekamnya kegempaan vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Pemantauan visual mengindikasikan bahwa erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik, sejalan dengan kegempaan vulkanik yang terekam," ujarnya.

Dijelaskan Andini, kegempaan Gunung Anak Krakatau selama 16 Januari-4 Februari 2022 ditandai dengan terekamnya gempa-gempa vulkanik dan gempa permukaan yang mengindikasi adanya intrusi magma dari bawah ke permukaan secara bertahap.

"Peningkatan intrusi magmatik kemungkinan mulai terjadi sejak 20 Desember 2021 yang diindikasikan dengan terekamnya gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal dalam jumlah yang cukup signifikan," tuturnya.

Berdasarkan data pemantauan secara visual dan instrumental, Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berpotensi erupsi. Sejumlah potensi bahaya dari aktivitas gunung tersebut dapat berupa lontaran lava pijar, material piroklastik, maupun aliran lava.

"Hujan abu lebat secara umum berpotensi di sekitar kawah di dalam radius 2 km dari kawah aktif. Sementara itu, hujan abu yang lebih tipis dapat menjangkau area yang lebih luas bergantung pada arah dan kecepatan angin," tuturnya.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau, yang berada di perairan Selat Sunda mengalami erupsi, sejak Kamis (3/2). 

Hal itu membuat warga di Pantai Carita, dan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten cemas. 

Pasalnya, erupsi masih terjadi hingga Jumat (4/2) pagi dan masih terdengar suara letusan.

Erupsi tersebut memunculkan kolom abu dari kawah Gunung Anak Krakatau setinggi 357 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Melalui Indonesia Volcano Monitoring, terlihat Gunung Anak Krakatau terus mengeluarkan abu vulkanik.

Komentar