Jumat, 19 Juni 2026 | 15:05
NEWS

Soal Titik Nol Kilometer di IKN Nusantara, Ini Penjelasannya

Soal Titik Nol Kilometer di IKN Nusantara, Ini Penjelasannya
Desain Istana Presiden di Ibu Kota Baru (Dok Instagram)

ASKARA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menjelaskan terkait arti titik nol kilometer di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

Selain itu juga, Suharso membantah titik itu bakal menjadi tempat pemerintah memulai pembangunan ibu kota baru.

"Ibu Kota Negara yang baru, saya mau klarifikasi soal titik 0 km. Titik 0 km bukan tempat kita mulai. Istana juga tidak dibangun di titik 0, tapi di atas," ungkap Suharso, dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis (3/2).

Dikatakan, titik 0 kilometer itu merupakan satu referensi atau patokan untuk menghitung tingkat ketinggian bangunan di atas permukaan laut.

"Itu akan menjadi referensi berapa ketinggian dari titik nol itu," ujarnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah memilih Nusantara menjadi nama ibu kota negara (IKN) baru Republik Indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengungkapkan, Nusantara dipilih menjadi nama IKN baru dari 80 lebih nama yang diajukan. 

"Ada sekitar 80 lebih tapi kemudian akhirnya dipilih kata Nusantara tanpa kata Jaya," ujar Suharso dalam rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) RUU IKN DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1).

Dalam pemilihan nama untuk IKN baru, pihaknya telah memanggil ahli bahasa, ahli sejarah dan sejumlah pakar lainnya.

Dikatakan Suharso, nama-nama yang sempat pihaknya ajukan kepada Jokowi untuk dipilih menjadi nama IKN baru antara lain Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Warna Pura, Cakrawala Pura, hingga Kertanegara.

"Mereka yang punya otoritas untuk memberikan knowledge kepada kami, para pakar itu untuk memilih kata-kata yang paling tepat dan ini begitu besar sekali," ucap Suharso.

Sebagai informasi, pemerintah berencana membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur mulai semester II 2022 ini. Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek ini mencapai Rp466 triliun lebih.

Komentar