Selasa, 09 Juni 2026 | 13:00
NEWS

Alarm untuk Golkar, Konsolidasi Internal Tak Mampu Dongkrak Performa Airlangga Hartarto Sebagai Capres

Alarm untuk Golkar, Konsolidasi Internal Tak Mampu Dongkrak Performa Airlangga Hartarto Sebagai Capres
Airlangga Hartarto (Dok Istimewa).

ASKARA - Performa Partai Golkar menyuarakan Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden (Capres) pada pemilu 2024 dinilai masih jauh dari harapan.

Menurut Inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Almanzo Bonara, saat ini kondisi justru bertolak belakang dengan harapan. 

Pasalnya, dalam beberapa survei performa Airlangga dianggap belum memuaskan.

“Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan harapan. Sebab, performa Airlangga Hartarto dipandang belum layak masuk dalam panggung kontestasi pencapresan nanti,” ujar Almanzo kepada wartawan, Kamis (27/1). 

Padahal, kata Almanzo, semua langkah-langkah konsolidasi partai telah dilakukan dengan menggerakan semua instrumen partai.

Tentunya, lanjut Almanzo, hal ini memperkuat asumsi publik bahwa Airlangga sebagai calon presiden kurang mendapat simpati publik dan tidak mendapatkan dukungan yang kuat dari rakyat.

“Terbukti, konsolidasi partai yang dilakukan selama ini tidak mampu mendongkrak Airlangga Hartarto secara elektoral selaku calon presiden,” jelasnya.

Kemudian dia memandang Partai Golkar telah mengalami dekadensi konsep dan ide dalam mempersiapkan strategi kepemimpinan nasional. Lantaran itu, Almanzo menyarankan, kondisi ini harus menjadi alarm yang serius bagi semua kader partai.

Di mana, lanjutnya, dengan modal politik dan infrastrukur yang dimiliki oleh partai Golkar saat ini, harusnya mampu menunjang elektabilitas Airlangga Hartarto selaku calon presiden yang diusung oleh Partai Golkar dan tidak boleh kalah dengan capres lain, apalagi dengan capres yang tidak memiliki infrastruktur partai.

“Saya kira kita jangan lagi mendaur ulang kesalahan Partai Golkar pada pemilu 2014 lalu. Jangan sampai terbebani elektabilitas Ketum, bisa membuat Golkar menjadi partai Gagal di 2024. Karena itu elite partai harus objektif dan bijaksana dalam mengambil kebijakan strategis bagi partai,” pungkasnya.

Komentar