Kamis, 04 Juni 2026 | 08:21
NEWS

Entah Apa Maksudnya, Buya Syafii Maarif Sebut Ridwan Kamil Pandai Berdalil, Khawatir Presiden Berikutnya dari Suku Sunda

Entah Apa Maksudnya, Buya Syafii Maarif Sebut Ridwan Kamil Pandai Berdalil, Khawatir Presiden Berikutnya dari Suku Sunda
Buya Syafii Maarif (Dok Muhammadiyah.or.id)

ASKARA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif menghadiri ground breaking pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) di Ciparay, Kabupaten Bandung Selatan, Minggu (23/1).

Dalam kesempatan itu, Buya Ahmad Syafii Maarif memberikan sambutan mewakili pengusaha Yendra Fahmi, donatur utama pembangunan rumah sakit empat lantai tipe D di atas lahan seluas 1,1 hektare itu.

Di awal sambutannya, Buya Syafii sempat menyinggung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang disebutnya pandai berdalil.

"Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil,red) yang pandai berdalil ini," ujar Buya Syafii, ditulis Senin (24/1).

Salah seorang cendikiawan muslim di Indonesia itu berseloroh, merasa khawatir jika Presiden Indonesia yang akan datang merupakan orang dari Suku Sunda.

"Saya agak khawatir ya, presiden yang akan datang orang Sunda gitu loh.
Ini bukan kampanye ya," selorohnya. 

Sebelumnya, Ridwan Kamil dalam sambutannya mengutip beberapa ayat terkait pembangunan di Jawa Barat dan pertanggungjawaban seorang pemimpin di hadapan Tuhan. 

Ridwan Kamil mengaku bangga sebagai salah satu alumni TK Aisyiyah. Di TK itu dia mendapat banyak pelajaran, salah satunya tentang pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat. 

“Khairunnas anfauhum linnas,” katanya mengutip hadis Nabi Muhammad. Ia juga mengaku bisa menikmati masa kecil yang bahagia di TK ABA.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir sebelumnya bersama dengan sejumlah tokoh nasional melakukan ground breaking pembangunan RSMBS.

“Kehadiran Rumah Sakit di kawasan Ciheulang-Ciparay ini masih diperlukan oleh masyarakat. Di kawasan Kecamatan Ciparay dan sekitarnya dengan jumlah penduduk yang banyak masih diperlukan perluasan dan pengembangan lembaga pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan umum,” kata Haedar Nashir.

Muhammadiyah berharap rumah sakit ini mampu memberi konstribusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. 

“Melalui RSMBS, masyarakat sekitar diharapkan dapat lebih mudah, cepat, dan leluasa memperoleh pelayanan kesehatan, sehingga berdampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan warga,” kata Haedar yang merupakan putra asli Ciparay.

Dia juga menyebut, Bandung Selatan punya nilai historis. 

“Bandung Selatan adalah kawasan bagian selatan dari Kabupaten Bandung. Nama ini tersohor ketika Ismail Marzuki tahun 1948 membuat lagu ‘Bandung Selatan Di Waktu Malam’, sebuah lagu yang melegenda,” ujarnya. 

Selain itu Bandung Selatan juga menjadi salah satu titik penting peristiwa heroik ‘Bandung Lautan Api’ di kawasan selatan. 

"Dengan demikian Bandung Selatan menjadi nama yang ikonik dan populer di hati masyarakat luas, baik di Jawa Barat secara khusus maupun di Tanah Air Indonesia,” tandasnya.

Komentar