Senin, 15 Juni 2026 | 21:59
MILITER

Profil Letjen I Nyoman Cantiasa, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III yang Baru

Profil Letjen I Nyoman Cantiasa, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III yang Baru
Letjen TNI I Nyoman Cantiasa (Dok Istimewa)

ASKARA - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa melakukan mutasi 328 perwira tinggi (Pati) TNI. 10 orang di antaranya berpangkat bintang tiga alias Letnan Jenderal.

Salah satu Pati yang mutasi dan naik jabatan adalah Letjen TNI I Nyoman Cantiasa. Dia dipercaya menduduki jabatan baru sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) sejak 21 Januari 2022.

Mutasi itu berdasar Surat Keputusan (SK) Jabatan Nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang ditandatangani Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. 

Karier Cantiasa di TNI terbilang cukup cemerlang. Sebelum menjabat sebagai Pangkogabwilhan III, Cantiasa adalah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari. 

Dia juga sempat menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) ke 31 menggantikan Letjen Eko Margiyono.

Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer XVIII/Cenderawasih sejak Desember 2017 hingga November 2018. 

Jenderal bintang tiga ini merupakan lulusan terbaik di Akademi Militer (Akmil) tahun 1990. 

Cantiasa juga tercatat sebagai siswa dengan karya tulis terbaik saat mengikuti Pendidikan Reguler (Dikreg) XLI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI tahun 2014. Dia disebut-sebut berpengalaman dalam Infanteri (Kopassus). 

Pria kelahiran Buleleng Bali, 26 Juni 1967 itu pernah terpilih menjadi Komandan upacara penurunan Sang Merah Putih saat masih berpangkat kolonel. 

Ia menjadi komandan dalam kegiatan HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2013.

Cantiasa juga pernah mendapat tugas membebaskan sandera di Irian Jaya saat masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) Infanteri dan menjabat sebagai Wakil Komandan Sub Tim Detasemen 81 (Penanggulangan Teror) atau Sat-81/Gultor Kopassus. 

Cantiasa dan prajurit Kopassus lainnya berhasil menyelesaikan tugas tersebut pada 9 Mei 1996 setelah menyerbu ke markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Desa Geselama, Mimika.

 

Komentar