Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Literasi
ASKARA - Malam larut dan hujan nampaknya tak berhubungan langsung dengan semangat juang. Kredo ini bisa kita buktikan dari perbincangan yang berlangsung di sebuah kafe bernama Rumah Merdeka di Blitar, 21 Januari 2022.
Adalah Pegiat Literasi Blitar (PLB), satu komunitas yang berkhidmat pada upaya menumbuh-suburkan budaya literasi di masyarakat Blitar. Bertumpu pada pilar membaca, menulis, mendengar, dan diskusi kelompok kecil ini terus meningkatkan intensitas dan ragam kegiatan mereka.
Bermodal kesepahaman mengenai keharusan masyarakat untuk cerdas dalam menyikapi pergeseran budaya dan tentakel investasi, PLB menyelenggarakan beberapa kegiatan berdasar segmentasi.
Pembagian kegiatan itu di antaranya berbentuk pemutaran film, bedah buku, workshop kepenulisan, dan focus group discussion. Walau masih seumur jagung, ragam kegiatan yang dilakukan terhitung sudah cukup banyak. Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa semua aktivitas ditenagai oleh dana dan kesempatan yang dimiliki oleh masing-masing penggiat.
Diskusi yang dilakukan di Jum'at malam itu mengambil topik "Jumputan", sebuah gerakan yang dilakukan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan ekonomi mereka sendiri. Di dalam prakteknya, jimpitan bermula dari pengumpulan beras. Dari sinilah istilah jimpitan berasal. Sak jimpit, sak jumput, kata dalam bahasa Jawa yang secara sederhana berarti pengambilan butiran beras menggunakan lima jari yang dibentuk mengerucut. Dalam perkembangannya, gerakan jumputan bergeser bukan melulu dengan beras namun beralih ke sejumlah uang receh.
Kegiatan yang skalanya biasa berawal dari lingkup rukun tetangga hingga rukun warga itu masih banyak dilakukan secara sporadis. Perluasan ranah, kuantitas dan ragam kemanfaatannya terbuka lebar bagi pengembangannya ke depan.
Berangkat dari tradisi jimpitan, diskursus berkembang ke arah kondisi kekinian yang secara kasat mata sedang berlangsung di keseharian. Pantikan ide, adu konsep dan argumentasi menjalar ke banyak ranah pemikiran sampai ke rencana pembangunan di Blitar selatan.
Suhu pembicaraan dan lalu lintas topik bahasan yang berlangsung terus meningkat dan meluas jauh melampaui tema yang awalnya telah ditentukan. Durasi waktu diskusi pun pada akhirnya melewati tengah malam.
Dini hari dan level energi pula yang akhirnya menjadikan acara harus dipungkasi. Apa yang dibawa pulang oleh masing-masing peserta tentu serbaneka. Namun tugas panjang melawan kebodohan pastilah menginternal sebagai elan vital yang niscaya berumur panjang. (Rio NS)

Komentar