Rabu, 25 Mei 2022 | 07:08
NEWS

Dikritik soal Formula E Tidak Ada di RPJMD, Ini Jawaban Telak Anies Baswedan

Dikritik soal Formula E Tidak Ada di RPJMD, Ini Jawaban Telak Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Tirto/Andrey Gromico)

ASKARA - Kritik terkait rencana pergelaran ajang balap mobil Formula E yang disebut tidak tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dijawab Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurut Anies Baswedan, rencana pergelaran Formula E memang tidak secara spesifik disebut dalam RPJMD. 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemudian membandingkan dengan pergelaran Asian Games hingga MotoGP yang juga tidak disebut spesifik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Terus kan ada yang bilang, misalnya Formula E tidak ada dalam RPJMD, ya namanya RPJMD memang tidak pernah menulis, sama dengan RPJMN nggak pernah ada soal Asian Games, MotoGP, nggak ada di dalam RPJMN, semuanya garis besar," ungkap Anies Baswedan, dalam tayangan YouTube Total Politik yang bertajuk "Anies Baswedan Jawab Giring Soal Formula E", dikutip Jumat (21/1). 

Dikatakan Anies, Formula E ditetapkan anggarannya melalui peraturan daerah. Lantaran itu, tidak ada yang dipaksakan terkait rencana pergelarannya.

"Ketika dipertanyakan kenapa ini dipaksakan? Bukan dipaksakan, ini adalah peraturan daerah, sudah ditetapkan oleh perda dan tugasnya gubernur melaksanakan semua ketentuan perundangan, termasuk perda dan perda itu ada tentang Formula E," jelasnya.

Selain itu Anies Baswedan mengeklaim, commitment fee yang sudah dikeluarkan lebih dari Rp500 miliar, akan sebanding dengan manfaat yang diterima.

"Yang bisa dihitung secara rupiah itu lah yang kemudian kita lihat dalam menggerakkan perekonomian, tentang bagaimana ini dampak pada ekonomi mikro di Jakarta, pada pariwisata, itu semua bisa dihitung. Lalu, ada yang tidak bisa dilihat, reputasi. Bagaimana Jakarta ada di dalam orbit kota-kota reputasi dunia," terangnya.

"Reputable cities itu jumlahnya enggak banyak yang bisa jadi tuan rumah seperti ini, jadi ini tentang Jakarta, tentang Indonesia, dan ini gimana kita bisa menaikkan posisi kita dalam kancah global," tandasnya.

Komentar