Rocky Gerung Sebut Ubedilah Badrun Diancam Usai Laporkan 2 Putra Jokowi, Singgung Nama Moeldoko
ASKARA - Pengamat politik Rocky Gerung mengaku banyak mendapat pesan yang bernada ancaman terhadap Ubedilah Badrun, dosen Universitas Negeri Jakarta yang melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikatakan Rocky Gerung, ancaman terhadap aktivis 1998 itu adalah hal yang buruk.
"Saya dapat banyak WA yang bernada mengancam saudara Ubed. Dia sebagai aktivis peka, perlu pendamping hukum," kata Rocky Gerung dalam kanal YouTube miliknya, Kamis (13/1).
Menurut Rocky Gerung, hingga saat ini publik masih menunggu respons dari Istana dan KPK terkait laporan tersebut.
Dia mengatakan reaksi Istana dan KPK terkait pelaporan Gibran dan Kaesang nantinya akan memperlihatkan ada atau tidaknya upaya mempolitisasi kasus.
"Kita coba lihat dalam 2-3 hari ini, apakah Istana memang terganggu dengan isu ini, bagaimana reaksi pertama dari KPK, itu yang akan membuat kita mengerti apakah dipolitisir apa nggak," ujarnya.
Di sisi lain, Rocky Gerung menilai pernyataan Moeldoko sudah menunjukkan adanya politisasi dalam kasus Gibran dan Kaesang ini.
"Jelas yang pertama kali mempolitisir adalah Pak Moeldoko, karena dia langsung bereaksi sebagai orang Istana yang menganggap (tidak) wajar itu dilaporkan," tandasnya.
Diketahui, Ubedilah melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK atas dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Hal itu berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis, yang diduga terlibat pembakaran hutan.

Komentar