Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:36
NEWS

Masalah Asmara Diduga Jadi Penyebab Siswi SMA di Blitar Bunuh Diri Depan Kelas

Masalah Asmara Diduga Jadi Penyebab Siswi SMA di Blitar Bunuh Diri Depan Kelas
Ilustrasi bunuh diri (Dok Gatra.com)

ASKARA - Seorang siswi yang tercatat sebagai pelajar kelas X IPA 3 SMAN 1 Srengat ditemukan tergantung di papan kelas, Senin (20/12) lalu. 

Diduga, pelajar berinisial FTY berusia 15 tahun ini tewas karena bunuh diri.

Kapolsek Srengat, AKP Slamet Yusuf mengatakan, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 11.00 WIB oleh teman korban. Teman-temannya terkejut menemukan korban meninggal dunia dengan posisi tergantung.

“Diketahui sekitar jam 11.00 WIB oleh rekannya yang selesai kegiatan Maulid Nabi. Itu di lantai dua,” ujarnya Slamet, di Blitar, Senin (20/12). 

Slamet Yusuf mengatakan, pihaknya mendapat laporan pukul 12.00 WIB dan segera mengevakuasi korban. Menurut Slamet, korban tewas dengan cara mengikatkan dasinya ke papan nama kelas.  

"Itu kita heran kok menggunakan tali dasi yang begitu kecil. Kok bisa kuat menahan beban tubuh korban," kata Slamet Yusuf.

Leher korban terjerat dasi yang terikat pada plang kayu penunjuk kelas. FTY mengenakan seragam sekolah lengkap, atasan putih dan rok warna abu-abu. 

Peristiwa yang menggemparkan itu terjadi di saat sekolah sedang menggelar acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

FTY diketahui beragama non muslim dan seharusnya pada hari nahas itu tidak masuk ke sekolah. Kepada pihak keamanan sekolah, FTY mengaku masuk ke sekolah untuk mengumpulkan tugas.

Sementara, Waka Kurikulum SMA Negeri 01 Srengat Nurcahyo mengatakan, FTY sebagai siswi yang baik dan sejauh ini tidak memiliki permasalahan di sekolah. 

Catatan akademis FTY juga baik. Dia juga tidak memiliki catatan di guru BK. 
"Artinya memang tidak ada masalah di sekolah," ucapnya.

Begitu juga keterangan yang disampaikan pihak keluarga, kata Nurcahyo yang bersangkutan juga tidak memiliki permasalahan.

FTY tidak memperlihatkan tanda-tanda bakal nekat mengakhiri hidup. Sebab ayah FTY kebetulan guru mata pelajaran agama non muslim di SMA Negeri 01 Srengat.

“Kata keluarganya juga tidak ada permasalahan,” tambah Nurcahyo.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Srengat, Kabupaten Blitar, Sumino mengaku sangat berduka atas kejadian ini. Ia mengatakan peristiwa nahas itu di luar kuasa dari pihak sekolah.

“Kami berduka atas musibah ini, kejadian ini di luar kuasa kami, karena hari ini ada kegiatan Maulid Nabi. Terus setiap kelas diminta yang hadir 10, karena situasi pandemi. Kegiatan di aula, sejak pukul 07.00 WIB absen dan berkumpul di sana, sehingga semua ini (ruang kelas) bersih. Di depan hanya beberapa guru menunggu mubalig,” ungkap Sumino.

Korban FTY, warga Desa Selokajang, Kecamatan Srengat diketahui putus cinta dari seorang pelajar dari sekolah lain. Dugaan itu muncul setelah polisi menyelidiki kasus tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan sementara kematian siswi SMA ini karena masalah asmara atau putus cinta,” ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan, Rabu (22/12).

Yudhi mengatakan, FTY memiliki kekasih yang berusia seumuran. Namun, Yudhi tidak mengetahui penyebab hubungannya kandas sampai akhirnya bertindak senekat itu.

Menurut Yudhi, meski mulai terbuka titik terang motif asmara, pihaknya belum bisa memastikan penyebab atau motif dugaan gantung diri korban. Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan.

"Secara pastinya kami akan terus melakukan penyelidikan agar kasus ini terungkap secara detail," tandasnya.

Komentar