21 APAR Dibagikan ke Warga Utan Panjang, Perkuat Antisipasi Kebakaran
ASKARA - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (GULKARMAT) Kota Administrasi Jakarta Pusat, Sektor Kecamatan Kemayoran, mendistribusikan 21 Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada masyarakat di wilayah RW 08, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pendistribusian dilakukan melalui Satgas GULKARMAT Kelurahan Utan Panjang sebagai bentuk realisasi atas usulan masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan Reses. Sebanyak 21 tabung APAR tersebut ditempatkan di lingkungan RW 08 dan diberikan kepada masing-masing RT serta pengurus RT setempat.
Satgas GULKARMAT Kelurahan Utan Panjang, Arief Ferdiansyah, mengatakan penyediaan APAR di lingkungan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya ketika terjadi kebakaran kecil.
“Pendistribusian APAR ini merupakan realisasi usulan masyarakat melalui Reses. Masyarakat kami imbau untuk senantiasa melakukan pencegahan kebakaran,” ujar Arief Ferdiansyah.
Ia menjelaskan, APAR merupakan alat pemadam api yang digunakan untuk melakukan penanggulangan pada tahap awal ketika terjadi kebakaran kecil. Keberadaan APAR di lingkungan permukiman dinilai penting untuk membantu mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar sebelum membutuhkan penanganan lebih lanjut dari petugas pemadam kebakaran.
Untuk wilayah RW 08 Kelurahan Utan Panjang, sebanyak 21 tabung APAR akan diberikan kepada setiap RT dan pengurus RT setempat. Dengan tersedianya sarana tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih siap mengambil tindakan awal apabila terjadi kebakaran kecil di lingkungan sekitar.
Arief juga mengingatkan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam menjaga keselamatan lingkungan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran, terutama penggunaan peralatan listrik, kompor, maupun sumber api lainnya.
Dengan pendistribusian APAR tersebut, kesiapsiagaan masyarakat di RW 08 Kelurahan Utan Panjang diharapkan semakin meningkat sehingga potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini.

Komentar