Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:57
NEWS

Korban Meninggal Erupsi Semeru Kembali Bertambah, Banyak Ditemukan Tertimbun Abu Vulkanik

Korban Meninggal Erupsi Semeru Kembali Bertambah, Banyak Ditemukan Tertimbun Abu Vulkanik
Awan panas Gunung Semeru (Dok Istimewa)

ASKARA - Korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru kembali bertambah. Tercatat, sebanyak 34 orang korban meninggal dunia telah ditemukan hingga Selasa siang (7/12). 

"Jumlah korban meninggal kini sebanyak 34 orang dan 16 orang masih dalam pencarian," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Surabaya, I Wayan Suyatna. 

Sebanyak empat tim evakuasi dikerahkan dalam operasi pencarian terhadap korban terdampak awan panas guguran tersebut yang tersebar di Curah Kobokan, Kampung Renteng, dan lokasi penambangan pasir. 

"Tim evakuasi paling banyak menemukan jenazah korban di dua lokasi, yakni Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, dan Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh," ujar Wayan Suyatna.

Wayan Suyanta mengatakan, jenazah korban banyak ditemukan tertimbun material abu vulkanik dan awan panas guguran, tetapi ada juga yang ditemukan di dalam reruntuhan rumah.

Sementara, kondisi cuaca dilaporkan cukup cerah dalam melakukan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru. Sebab, kendala tim operasi selama ini, yakni faktor cuaca, seperti angin kencang dan hujan deras. 

"Ditambah aktivitas Semeru, seperti awan panas guguran dan abu vulkanik," ujar dia.

Aktivitas Gunung Semeru yang masih berpotensi meluncurkan awan panas guguran (APG) juga menjadi pertimbangan tim operasi dalam melakukan evakuasi korban.

"Kami mengutamakan keselamatan tim evakuasi dalam melakukan pencarian korban. Apabila cuaca buruk, maka tim akan mencari tempat yang aman lebih dahulu," kata dia. 

Jenazah korban yang ditemukan tim evakuasi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haryoto dan RS Bhayangkara Lumajang untuk penanganan selanjutnya. 

Sementara itu berdasarkan data Basarnas Surabaya, jumlah korban dengan luka berat 26 orang dan luka ringan 82 orang yang sudah menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit. (ant/jpnn)

Komentar