Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:50
NEWS

Kronologi Lengkap Bentrokan Kopassus dan Brimob di Papua, 5 Petugas Terluka

Kronologi Lengkap Bentrokan Kopassus dan Brimob di Papua, 5 Petugas Terluka
Bentrokan TNI dan Polri di Papua (tangkapan layar)

ASKARA - Bentrokan antara personel TNI dari Satgas Nanggala Kopassus dengan personel Polri dari Satgas Amole (Brimob) beredar di media sosial dan kemudian menjadi viral.

Diduga, bentrokan oknum dari dua instansi tersebut dipicu urusan pembelian rokok di Kabupaten Mimika, Papua. 

Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri menerangkan, saat enam personel Brimob sedang berjualan rokok di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 didatangi 20 anggota Kopassus datang untuk membeli rokok, Sabtu (27/11). 

"Berawal dari personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok," kata Fakhiri kepada wartawan, Senin (29/11). 

Anggota Kopassus kemudian protes dengan harga rokok yang dijual personel Brimob tersebut. Bentrokan pun kemudian terjadi.

"Selanjutnya personel Nanggala sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 Penugasan. Terjadi pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap 6 personel Amole Kompi 3 Penugasan," terang Fakhiri.

Menurut Fakhiri, lima anggota Brimob terluka dalam kejadian ini. Mereka mengalami luka ringan hingga tergores pisau sangkur.

Setelah itu, sambung Fakhiri, anggota Brimob yang lain melakukan perlawanan. Mereka juga mengevakuasi lima rekannya yang terluka.

"Selanjutnya personel yang berada di lokasi pos RCTU melakukan perlawanan dan menyisir lokasi kejadian guna menyelamatkan rekan-rekan yang terluka," terang Fakhiri.

Fakhiri menambahkan, personel Satgas Amole Kompi 3 Penugasan yang datang melepaskan dua kali tembakan peringatan saat pengeroyokan berlangsung.

"Dari info yang didapat, Personel Satgas Amole Kompi 3 Penugasan melakukan tembakan ke arah atas sebanyak 2 kali pada saat terjadi pengeroyokan terhadap 6 personel Satgas Amole yang menjadi korban," tandasnya.

Sebuah video yang merekam bentrokan antara oknum Polri dan TNI di Papua viral di media sosial.

Menurut informasi, bentrokan personel kedua oknum institusi itu lantaran dipicu pembelian rokok. 

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infokomando.official itu, terlihat sejumlah orang berlarian, dimana disebutkan merupakan momen bentrokan antar dua instansi ini.

"Beredar video anggota Satgas Amole Brimobda Aceh dengan mengeluarkan tembakan berteriak-teriak mencari anggota TNI di Barak O Mile 72 Ditrik Tenbagapura, Mimika, Papua, Sabut (27/11). Keributan itu dipicu salahpaham persoalan jual beli rokok antara anggota TNI dengan Brimobda Aceh," tulis akun @infokomando.official dikutip Senin (29/11). 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membenarkan kejadian dalam video tersebut. 

Menurut Kamal, hal tersebut dipicu saat anggota TNI yang komplain mengenai harga rokok yang dijual anggota polisi.

"Personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 penugasan 23. Selanjutnya dan pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap enam Personel Amole Kompi 3 Penugasan," jelas Kamal.

Komentar