Selasa, 21 Mei 2024 | 21:21
NEWS

BPIP dan Pemprov Jateng Gelar Pembinaan Aktualisasi Pancasila Bagi Generasi Muda

BPIP dan Pemprov Jateng Gelar Pembinaan Aktualisasi Pancasila Bagi Generasi Muda
Dok Istimewa

ASKARA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Direktorat Evaluasi, Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menggelar pembinaan evaluasi pada generasi muda bagi peserta didik dengan tema "Peran Satuan Pendidikan Kerja Sama dalam Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila Pada Masa Pandemi”, Kamis (18/11).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti SMA Semesta, Bina Bangsa Semarang dan SMA Mountain Kota Salatiga sebagai peserta online dan pembina sebagai narasumber hadir secara offline.

Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi, Rima Agristina yang menjelaskan, peserta didik harus terus membangun dalam kemajuan untuk persiapan masa depan Indonesia sebagai calon-calon pimpinan Indonesia masa depan.

”Harus tetap semangat mengikuti kegiatan-kegiatan dengan tekun dan disiplin. Pancasila harus dalam tindakan perlu diperjelas bahwa tujuan mendirikan Bangsa Indonesia bukan hanya merdeka tapi harus mampu memajukan kecerdasan kehidupan berbangsa,” jelasnya. 

Dikatakan Rima, Satuan Pendidikan Kerja Sama mempunyai tugas penting mengawal serta menempuh upaya melanjutkan perjuangan bangsa menjadi cita cita semua. Jiwa Pancasila, kata dia, harus selalu menjadi kesadaran dan praktik dalam berbagai bentuk kegiatan bernilai Pancasila dan mampu beradaptasi demi kemajuan zaman dalam nilai-nilai universal.

“Implementasi Pancasila dalam tindakan menjadi bekal adik-adik tetap mantap melangkan ke masa depan dalam peran satuan pendidikan kerja sama di masa pandemi,” katanya.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo mengatakan, peran satuan pendidikan kerja sama dalam era digital harus mampu menjadi nilai tukar serta nilai tambah Pancasila.

“Peran satuan pendidikan kerja sama dalam era digital harus mampu nilai tukar menjadi nilai tambah nilai-nilai Pancasila dalam tindakan living ideologi dan  working ideology,” ujar Benny.

Benny menegaskan, di era digital ilmu pengetahuan mudah didapat, sehingga semakin hari instansi kurang kritis dan tidak mandiri karena daya baca yang rendah. Peran tenaga pendidik penting untuk meningkatkan daya baca siswa.

“Konsekuensinya generasi muda hanya manut kepada informasi digital tanpa adanya filter sehingga daya nalar tidak mampu membedakan antara baik dan buruk karena rendahnya daya baca. Oleh Karena itu kebiasan membaca ini harus ditanam oleh tenaga pendidik sehingga menjadikan siswa harus kritis,” tegas Benny.

Hadir pula Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Astuti yang menyampaikan, kegiatan yang dikaitkan dengan penyelenggaraan diklat, Lembaga Pendidikan Satuan Kerja Sama dipandang sebagai salah satu entitas pendidikan yang bisa dianggap sebagai laboratorium penanaman etika dan nilai-nilai Pancasila.

“Harapan ke depannya menjadi hasil persemaian nilai-nilai teladan perilaku berdimensi Pancasila. Melalui kegiatan ini menaruh harapan besar bagi Satuan Kerjasama Pendidikan dalam pelayanan, penghargaan dan penghormatan terhadap sesama praktisi dan anak didik. Dengan adanya kerja sama dengan pemerintah daerah yang tentunya terus menerus dikembangkan dalam pembangunan layanan Pendidikan yang berkualitas menjadi pertner pemerintah yang strategis,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan kepada siswa Salam Pancasila oleh Direktur Evaluasi BPIP, Edi Subowo. Salam Pancasila yang diadaptasi dari salam merdeka, bahwa salam Pancasila berfilosopi tanggung jawab di pundak masing masing warga negara khususnya bagi generasi muda milenial penerus bangsa.

Komentar