Kilang Minyak Cilacap Terbakar, Warga Langsung Dievakuasi
ASKARA - Kilang minyak PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap di Jawa Tengah kembali terbakar, pada Sabtu (13/11) malam sekitar pukul 19.20 WIB.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, kebakaran tangki minyak terlihat membesar. Kebakaran terjadi pada salah satu tangki berisi produk Pertalite.
Pihak PT Pertamina (Persero) terus berupaya memadamkan api menggunakan defensive fire fighting dengan fire truck dan hydrant serts pendinginan di area sekitar tangki yang terbakar.
"Upaya pemadaman dilakukan secara intensive dengan menggunakan High Capacity Foam Monitor pada tangki yang terbakar, sedangkan untuk tangki di sekitar dilakukan pendinginan dengan water sprinkle untuk mencegah merambatnya kebakaran," ujar Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/11).
Selain itu, untuk memastikan keamanan, PT Pertamina mengevakuasi 80 warga dari sekitar lokasi tangki.
"Untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman, Pertamina sigap lakukan evakuasi sekitar 80 warga dari Kelurahan Lomanis ke tempat pengungsian sementara di Aula Kelurahan Lomanis dan Masjid Baitul Munir, Lomanis," kata Ifki Sukarya.
Meski demikian, PT Pertamina memastikan pasokan BBM dan Elpiji ke masyarakat dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan.
Seperti yang diketahui sebelumnya, pada 11 Juni 2021, Kilang Cilacap juga terbakar. Saat itu, peristiwa kebakaran terjadi pada salah satu tanki yang berisi benzene.
Kilang Cilacap merupakan satu dari enam Kilang Pertamina dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari.
Kilang ini memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.
Kilang Cilacap juga bernilai strategis karena memasok 44 persen kebutuhan bahan bakar minyak nasional dan 75 persen kebutuhan bahan bakar di pulau Jawa.
Selain itu, kilang ini merupakan satu-satunya kilang di Tanah Air yang memproduksi aspal dan base oil.

Komentar