Rabu, 22 Juli 2026 | 00:56
NEWS

Kepala Bappeda Provinsi Minta Papua Kabupaten di Wilayahnya Dimasukan Penanganan Kemiskinan

Kepala Bappeda Provinsi Minta Papua Kabupaten di Wilayahnya Dimasukan Penanganan Kemiskinan
Kepala Bappeda Provinsi Papua Yohanis Walilo

ASKARA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berharap kabupaten lain di wilayahnya dimasukkan juga dalam program percepatan penanganan kemiskinan ekstrem yang dilaksanakan Pemerintah Pusat.

Kepala Bappeda Provinsi Papua Yohanis Walilo mengatakan, program ini dilakukan dalam rangka menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem pada beberapa provinsi dan salah satunya Bumi Cenderawasih.

"Untuk tahap pertama ini, lima kabupaten Papua terpilih menjadi prioritas di 2021, di mana diharapkan selanjutnya kabupaten lain juga dapat dimasukkan," kata Yohanis dalam keterangannya di Jayapura, Kamis (20/10).

Dikatakan Yohanis, untuk kemiskinan ekstrem sebenarnya tidak hanya lima kabupaten tersebut, ada wilayah lainnya yang juga termasuk di dalamnya.

"Namun diharapkan di lima kabupaten awal ini tingkat kemiskinan ekstrem turun dan wilayah lainnya juga dapat turun," ujarnya berharap.

Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin meminta kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam prioritas 2021 di Provinsi Papua untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing.

Khusus untuk lima kabupaten di Papua yang menjadi prioritas di 2021 ini, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 196.120 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 89.500 rumah tangga.

Jumlah itu, tersebar di Kabupaten Jayawijaya dengan tingkat kemiskinan ekstrem 30,84 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 67.720 jiwa, Kabupaten Puncak Jaya dengan tingkat kemiskinan ekstrem 26,53 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 35.180, Kabupaten Lanny Jaya dengan tingkat kemiskinan ekstrem 30,52 persen jumlah dan penduduk miskin ekstrem 54.920 jiwa.

Kemudian, Kabupaten Mamberamo Tengah dengan tingkat kemiskinan ekstrem 29,19 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 14.200 jiwa; serta Kabupaten Deiyai dengan tingkat kemiskinan ekstrem 32,48 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 24.100 jiwa. 

Komentar