Keteladanan Nabi Muhammad Harus Jadi Pegangan Umat Islam Indonesia
ASKARA - Rektor UIN Datokarama, Palu, Prof. Sagaf S Pettalongi, mengatakan, Nabi Muhammad SAW menjadi inspirasi yang patut dirujuk oleh seluruh kalangan untuk membangun perdamaian, kerukunan sesama manusia.
"Oleh karena itu, momentum Maulid harus menjadi refleksi bagi seluruh komponen umat Islam, termasuk umat Islam di Sulawesi Tengah untuk menghadirkan cahaya Muhammad di dalam diri," katanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah, Rabu (20/10/2021).
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi sejatinya bisa mengukuhkan kesadaran umat Islam untuk meneruskan perjuangan dengan menyebarkan dakwah yang mengajarkan keimanan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Prof. Sagaf yang juga Wakil Ketua Umum MUI Sulawesi Tengah mengatakan, umat Islam harus bisa meneladani Nabi Muhammad SAW yang betul-betul rahmatan lil alamin. Hal itu sejalan dengan esensi ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah Islam yang ramah, toleran, dan empati bagi semua manusia, serta merahmati semua makhluk di bumi.
"Itulah Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang moderat," katanya.
Bahkan, menurut Prof. Sagaf, selama hidupnya Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengedepankan kekerasan dalam menghadapi segala macam permasalahan.
"Bisa dikatakan dalam menghadapi segala macam permasalahan, Nabi Muhammad lebih menekankan kepada aspek perdamaian, persaudaraan, toleransi, persamaan, dan keadilan," jelasnya.
Tidak hanya itu, Prof. Sagaf menyebut Nabi Muhammad SAW tidak pernah memandang latar belakang agama, suku dan sebagainya, saat membantu orang lain dan tetangganya. Selain itu, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat menjaga perasaan orang lain, satu sifat mulia yang wajib ditiru oleh mereka yang mengaku sebagai pengikutnya.
Ditegaskan Prof. Sagaf, Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang baik dan lengkap, sebagai pribadi, kepala keluarga, anggota masyarakat, kepala negara, ilmuwan, seniman, bahkan pedagang. Menurutnya, keteladanan Sang Nabi harus dijadikan pegangan oleh umat Islam Indonesia dalam memelihara perdamaian dan kesatuan dari berbagai ancaman perpecahan, termasuk ancaman paham radikal.

Komentar