Senin, 18 Oktober 2021 | 05:03
NEWS

Menunggu 7 Tahun, Jokowi Akhirnya Resmikan Penggabungan Pelindo

Menunggu 7 Tahun, Jokowi Akhirnya Resmikan Penggabungan Pelindo
Presiden Joko Widodo (Dok Sekretariat Presiden)

ASKARA - Setelah menunggu selama 7 tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan penggabungan atau merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. 

Jokowi mengatakan, 7 tahun lalu sudah memerintahkan Menteri BUMN dan seluruh dirut pelindo I-IV untuk segera mengholdingkan perusahaannya. Diketahui, saat itu Menteri BUMN masih dijabat Rini Soemarno.

"Tujuh tahun lalu sudah saya perintahkan menteri BUMN dan seluruh dirut pelindo I-IV untuk segera mengholdingkan perusahaannya. Butuh 7 tahun untuk mengholdingisasi teralisasi, kalau belum dilakukan ya udah virtual holding, dilakukan virtual holding. Ini Alhamdulillah sudah terjadi Pelindo I-IV digabungkan menjadi PT Pelindo," kata Jokowi, dalam peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis (14/10). 

Dikatakan Jokowi, penggabungan Pelindo ini dibutuhkan untuk mengurangi biaya logistik. Sebab, biaya logistik Indonesia masih jauh tinggi dibanding dengan negara-negara tetangga lainnya.

"Kita tahu biaya logistik negara kita dibanding negara tetangga masih jauh tertinggal, mereka sudah 12 persen biaya logistik kurang lebih kita masih 23 persen, artinya ada yang tidak efisien di negara kita," tegasnya.

Jokowi berharap, penggabungan Pelindo mendapatkan partner yang memiliki jaringan yang luas. Sehingga, produk-produk Indonesia bisa beredat di negara lain dan jadi satu bagian suplai chain.

"Saya sangat mengapresiasi yang dilakukan Kementerian BUMN, ini jadi sebuah kekuatan besar, tadi sudah disampaikan masuk ke 8 besar dunia, inilah yang kita harapkan," tutur dia.

Sementara, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, sebenarnya penggabungan Pelindo secara resmi dilakukan pada 1 Oktober lalu.

Menurut Arif, tujuan penggabungan Pelindo ini untuk menyatukan pelayanan kepelabuhan indonesia yang selama ini masih terpisah,

"Selama ini layanan kepelabuhanan terpisah sementara kapabilitas Pelindo tidak sama dan mengakibatkan perbedaan layanan dan tidak efisien sistem logistik nasional. Penggabungan BUMN pelabuhan sehingga dapat membantu menurunkan biaya logistik bertahap dan daya saing BUMN pelabuhan di tingkat global," katanya.

Komentar