Senin, 18 Oktober 2021 | 05:37
NEWS

Yayasan Krematorium Cilincing Gratiskan Biaya Kremasi Jenazah Korban Covid-19

Yayasan Krematorium Cilincing Gratiskan Biaya Kremasi Jenazah Korban Covid-19
Muhammad Yusuf Hamka, Pembina Yayasan Krematorium Cilincing (Dok tangkapan layar)

ASKARA - Keluhan warga Jakarta terkait pembakaran atau kremasi jenazah korban Covid-19 yang diminta harga sebesar Rp80 juta lebih dikecam dan membuat sejumlah pihak prihatin. 

Kabar tersebut juga sampai di telinga Muhammad Yusuf Hamka, Pembina Yayasan Krematorium Cilincing, Jakarta Utara dan Pembina Yayasan Kim Tek Im di Petak Sembilan, Jakarta Barat.

Dia mengaku sedih dan terpanggil dengan kabar tersebut. Bahkan Muhammad Yusuf Hamka menyebut kremasi jenazah yang dikartelkan sebagai tindakan yang tidak beradab. 

Sebelumnya, sebuah pesan berantai disampaikan seorang warga Jakarta Barat mengaku bernama Martin beredar dan viral di jejaring pesan WhatsApp, sejak Sabtu malam (17/7). 

Dalam tulisannya yang diberi judul "Diperas Kartel Kremasi", Martin menceritakan saat orangtuanya meninggal dunia di sebuah rumah sakit (RS) yang tidak disebutkan namanya. 

"Oleh sebab itu, Yayasan Krematorium Cilincing yang berada di bawah saya, sudah saya perintahkan mulai hari ini, 19 Juli 2021 supaya menerima jenazah korban Covid-19 dengan biaya hanya Rp7 juta," ujar Muhammad Yusuf Hamka dalam pesan video yang sampai di redaksi, Selasa (20/7). 

Menurut Muhammad Yusuf, apa yang dilakukan kartel tersebut dengan memeras keluarga korban Covid-19 dengan harga selangit itu sudah tidak manusiawi. Dia mengajak seluruh pihak melawan keberadaan kartel-kartel tersebut. 

"Bersama kita bisa. Jangan khawatir saudara-saudaraku umat Kristiani, umat Budha, saya selalu ada bersama kalian dan saya akan bantu kalian," katanya.

Bagi keluarga korban Covid-19 yang tidak mampu, Muhammad Yusuf Hamka mengatakan akan membebaskan biaya kremasi jenazah. 

"Dan buat saudara-saudara yang tidak mampu, bawa surat keterangan lurah, dan camat saya akan mintakan supaya dibebaskan dari biaya alias gratis. Saya akan bersama kalian saudara-saudara, kita lawan kartel bersama," pungkasnya.

 

 

 

Komentar