Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:18
OPINI

How Are You My Friend?

How Are You My Friend?
Ilustrasi

Oleh:  Mang Ucup *)

Pertanyaan: How Are You? Di Eropa sdh merupakan kalimat standar sebagai pemanasan to break the ice untuk setiap small talk. Maklum kalimat ini hanya sekedar basa-basi saja, dimana hanya sekedar numpang lewat di jidat saja. Mereka tidak pernah mengharapkan jawaban yang serius. selainnya satu atau dua kata saja baik atau tidak baik.

Masalahnya tidak ada seorangpun yg tertarik akan masalah pribadi anda, mereka itu semuanya cuek bebek. Disisi lain kita juga ogah menjelaskan masalah pribadi kita kepada pihak lain, takut membebankan mereka disamping itu jangan-jangan dijadikan bahan gosip lagi.

Pada saat ini setiap orang sibuk dengan masalahnya masing-masing. Disamping itu kepada  siapa lagi kita mau mengeluh, pendamping hidup saja sudah tidak punya waktu untuk dengarin masalah kita!

Pada saat ini bangsa kita sedang diterpa dengan berbagai macam masalah berat! Mulai dari segi kesehatan, biaya dokter, pekerjaan, usaha yang mandek, problem keluarga belum lagi lockdown yang tidak jelas kapan akan berakhirnya. Jadi sekarang ini kita memiliki masalah yang berjibun banyaknya!

Di Medsos mereka hanya tertarik akan masalah Agama, Politik maupun hal-hal besar lainnya tidak ada ada seorangpun juga yang tertarik akan masalah pribadi saya, maklum memangnya siapa saya ini?

Hal inilah yang mendorong Mang Ucup untuk bertanya kepada Anda: “How Are You My Friend?” Pertanyaan yang keluar dari lubuk hati saya, pertanyaan dari seorang Opa Tua 79 tahun yang ingin berbagi suka maupun duka dengan Anda.

Memang saya sudah tua, namun seperti juga satu pohon Beringin tua yang rindang dan kokoh. Siapa tahu saya bisa bantu berikan keteduhan sejenak, dibawah naungan maupun doa yang akan saya  panjatkan untuk Anda.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa tidak mungkin bagi saya pribadi untuk bisa bantu setiap orang. Namun minimum saya bisa bantu dalam doa, entah Agama apapun yang dianut oleh Anda.

Saya bersedia meluangkan waktu saya untuk mendengar maupun membaca keluhan maupun problem yg sedang Anda hadapi saat sekarang ini. Opa ingin berbagi kasih dengan Anda, sebab saya memiliki rasa kasih sedalam lautan dan setinggi gunung, jadi saya bisa bagikan entah kepada siapapun juga. Oleh sebab itulah pagi ini saya bertanya: Are You There God? It’s Me Mang Ucup!

Seorang hamba yang penuh dgn dosa bahkan tidak layak untuk menghadap dihadapan hadirat-Mu. Namun kali ini dengan sembah sujud saya datang dihadapan hadirat-Mu lagi. Agar Engkau bersedia mengabulkan permohon doa-doa saya terutama untuk mereka yang sedang dirundung malang, maupun musibah ataupun sedang sakit maupun kehilangan orang yang mereka kasihi.

Sesuai dengan janji saya:  Dalam doa Mang Ucup namamu pasti disebut. Sebab saya  percaya dan yakin haqul yakin akan Kuasa Doa, entah agama apapun yang Anda anut, sebab setiap doa yang kita panjatkan pasti tidak akan Return To Sender melainkan pasti akan di dengar oleh-Nya! Amin

*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar