Rabu, 16 Juni 2021 | 20:33
NEWS

Hanya Operasikan 50 Pesawat, Pemegam Saham Siapkan Tindakan Penyelamatan Garuda Indonesia

Hanya Operasikan 50 Pesawat, Pemegam Saham Siapkan Tindakan Penyelamatan Garuda Indonesia
Garuda Indonesia (Reuters/Willy Kurniawan)

ASKARA - Maskapai penerbangan plat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kini hanya mengoperasikan 50 pesawat. 

Minimnya operasional maskapai milik negara itu disebabkan oleh terbatasnya arus kas (cash flow) perusahaan.

Pemegang saham menyiapkan sejumlah tindakan untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Pemerintah pun tengah melakukan kajian bersama penasehat atau tim konsultan keuangan untuk membahas skema restrukturisasi dengan kreditur Garuda Indonesia.

"Saat ini beroperasi minimum sekitar 50-an pesawat, kita harus mengambil tindakan yang drastis, maka ini tinggal tunggu waktu karena cash flow terbatas, setiap bulan minus, kami sedang lakukan kajian dengan para advisor untuk mengambil tindakan dengan kreditur," ujar Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo dikutip, Kamis (10/6). 

Dikatakan. selama ini manajemen juga sudah melakukan penundaan pembayaran baik ke lessor, maupun perusahaan pelat merah lain seperti PT Angkasa Pura.

Dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/6), penundaan pembayaran juga dilakukan untuk tunjangan atau gaji karyawan Garuda. Tercatat, gaji yang belum dibayar per 31 Desember 2020 sebesar USD23 juta atau sekitar Rp327,9 miliar.

"Selama ini dilakukan penundaan pembayaran Garuda, seperti ke lessor, maupun BUMN lain termasuk Angkasa Pura, ditunda pembayaran, lessor-lessor ini meng-grounded pesawat ya, yang tidak dibayar leasing-nya, call sign ganti karena di-grounded oleh lessor," ungkap Kartika.

Komentar