Soal Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet, Ini Penjelasan Kemenkes
ASKARA - Kementerian Kesehatan memastikan bahwa isu vaksin Covid-19 mengandung magnet merupakan sebuah berita bohong atau hoaks.
Isu tersebut bermula ketika ada video menampilkan seorang pria berbaju Kostrad memperagakan dan menyebut ada medan magnet di bekas suntikan vaksin Covid-19. Video tersebut kemudian viral di media sosial.
Adapun video itu viral setelah diunggah oleh akun Instagram @ cetul.22 pada Kamis (27/5). Namun kabar tersebut ternyata tak dapat dibuktikan dengan fakta.
"Ini hoaks ya," kata juru bicara vaksin Kemenkes, Siti Nadia Tamizi di Jakarta, Jumat (28/5).
Sementara, mengenai video viral yang memperlihatkan menempelnya uang logam pada permukaan kulit disebut akibat cairan keringat.
Vaksin Covid-19 mengandung sejumlah bahan yang langsung menyebar ke seluruh jaringan tanpa menyisakan cairan di titik injeksi.
"Vaksin mengandung bahan aktif dan nonaktif, di mana bahan aktif berisi antigen dan bahan non aktif berisi zat untuk menstabilkan, menjaga kualitas vaksin agar saat disuntikkan masih baik," jelas Nadia.
Adapun jumlah cairan yang disuntikkan hanya 0,5 cc dan segera menyebar di seluruh jaringan sekitar.
"Tidak ada carian yang akan tersisa di tempat bekas suntikan," ujar Nadia.
Uang logam juga mengandung nikel yang tak bisa menimbulkan magnetis. Sehingga tidak mungkin vaksin Covid-19 mengandung magnet.
"Logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembab biasanya disebabkan keringat. Pecahan uang logam seribu rupiah terbuat dari bahan nikel dan nikel bukan logam yang bisa menempel karena daya magnet," tandasnya.

Komentar