Anggota Dewas LPP RRI: Semestinya Dirut Klarifikasi soal Pemberitaan yang Viral
ASKARA - Maraknya pemberitaan tentang sepak terjang Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (Dirut LPP RRI) M. Rohanudin menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bahkan, telah menjadi viral di media sosial dan media online.
Dalam sejumlah pemberitaan, Dirut RRI M. Rohanudin dituding telah membelokkan tujuan utama RRI untuk tidak menjadi partisan dan berdiri di atas semua golongan.
Hasil penelitian serta media monitoring ditemukan RRI diduga telah menjadi corong kepentingan salah satu partai politik dan membela ormas yang telah dilarang pemerintah.
Sayangnya, saat dikonfirmasi terkait maraknya berita yang menuding RRI telah keluar dari khitahnya tersebut, Dirut RRI M. Rohanudin enggan berkomentar.
"Saya sedang sibuk," ucapnya, ditanya wartawan.
Menanggapi hal itu, anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPP RRI, Freddy Ndolu menyatakan, semestinya Dirut RRI M. Rohanudin memberikan klarifikasi atas maraknya pemberitaan yang cenderung telah menjadi viral tersebut. Karena menyangkut lembaga RRI yang dipimpinnya.
"Mungkin RRI sudah merasa benar memuat berita seperti itu. Tapi kan ternyata ada temuan sejumlah persoalan terkait pemberitaan di RRI tentang bantuan ke ACT, dan berita-berita FPI. Seharusnya, Pak Rohan (Dirut RRI) memberikan jawaban, sanggahan atau klarifikasinya atas itu," ujar Freddy, dalam keterangan tertulis, Rabu (19/5).
Tapi yang perlu digarisbawahi, Freddy menegaskan, kalau memang temuan itu benar dan sudah melalui uji materi dari pihak independen, maka bisa diambil keputusan tegas dari Dewas RRI. Saat ini, Dewas sedang meminta klarifikasi kepada Dirut dan jajaran direksi.
"Kalau ternyata temuan itu benar dan terbukti, berarti telah terjadi pelanggaran berat dan sudah mengkhianati Tri Prasetya RRI. Maka, mulai dari dirut, direksi sampai kepala stasiun dan kepala pemberitaan harus bertanggung jawab," ungkap Freddy.
Meskipun, menurut Freddy, saat ini sudah masuk injuri time. Karena dalam minggu ini akan sudah ada dewas yang baru. Dan bisa saja terjadi, DPR memilih M. Rohanudin (Dirut RRI) sebagai dewas.
"Tapi, dewas periode ini, memberhentikannya sebagai Dirut RRI. Dan kalau sampai Pak Rohan terpilih sebagai Dewas, publik pasti akan marah," pungkas Freddy.

Komentar