Selasa, 28 September 2021 | 11:37
INFRASTRUKTUR

Segera Rampung, Stasiun Pompa Ancol-Sentiong Bakal Kurangi Banjir di Utara Jakarta

Segera Rampung, Stasiun Pompa Ancol-Sentiong Bakal Kurangi Banjir di Utara Jakarta
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja. (Kementerian PUPR)

ASKARA - Guna mengurangi kerentanan Jakarta dari bencana banjir, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane tengah menyelesaikan pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Rumah pompa yang berada di hilir Kali Sentiong ini merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta yang sesuai kontrak kerja akan rampung tahun 2022.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, penanganan banjir Jakarta dikerjakan secara komprehensif dari hulu hingga hilir.

"Di hulu terdapat dua bendungan kering yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang insya Allah selesai akhir tahun 2021," kata Endra, Rabu (5/5).

Selanjutnya pada bagian tengah sudah dilakukan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 33 kilometer yang saat ini selesai 16 kilometer. Direncanakan pada tahun 2021 akan bertambah sepanjang 1,6 kilometer.

Lebih lanjut, Endra menyampaikan, untuk kawasan hilir terdapat pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong untuk mengurangi resiko banjir yang kerap menggenangi tiga kecamatan di Jakarta yakni Tanjung Priok, Pademangan dan Kemayoran.

Metode pengendalian banjir Pompa Ancol-Sentiong dilakukan dengan memompa air Kali Sentiong ketika elevasinya tinggi dan mengalirkannya kembali ke Teluk Jakarta.

"Ini kan daerah rendah, jadi kalau air di Teluk Jakarta itu tinggi masih bisa kita pompa. Dengan adanya pompa ini kita masih bisa dorong air ke laut sehingga tidak tersumbat di tengah," ujar Endra.

Endra menambahkan, fungsi Pompa Ancol-Sentiong digunakan untuk penanganan yang sifatnya emergency, misalnya dilakukan pada Underpass Kemayoran yang sempat tergenang pada awal tahun 2020.

"Kasus seperti itu kita tangani dengan pompa-pompa  dan Alhamdulillah di tahun 2021 ini tidak ada genangan lagi," imbuh Endra.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Ciliwung Cisadane Andri Rachmanto mengatakan, di Jakarta Utara ketinggian tanahnya rendah dan landai sehingga wilayah ini rawan mengalami banjir rob akibat pasang air laut dan menjadi muara dari aliran air yang semuanya ke wilayah Jakarta Utara.

"Aliran sungai di wilayah ini sering terkendala oleh pasang surutnya air laut dari Laut Jawa. Dengan adanya pompa ini kita bisa menjaga elevasi air di tiga kecamatan Jakarta Utara, sehingga ketiga kecamatan tersebut bisa terlindungi dari pasang air laut," tutur Andri.

Pekerjaan Pembangunan Stasion Pompa Ancol-Sentiong terbagi dalam tiga zona yakni Zona A berupa pemancangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sepanjang 272.89 meter sisi kiri (utara), pemancangan CCSP sepanjang 266.41 meter sisi kanan (selatan) dan pengerukan sepanjang 332.89 meter alur sungai.

Untuk Zona B berupa rumah pompa dengan pompa banjir tipe submersible sebanyak lima buah masing-masing berkapasitas 10 meter kubik per detik. Selanjutnya Zona C berupa pemancangan CCSP sepanjang 653.17 meter sisi kiri (utara), pengerukan sepanjang 257.11 meter alur sungai dan pemasangan tetrapod di sisi hilir sepanjang 25 meter.

Pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya - Jaya Konstruksi KSO senilai Rp 437,6 miliar dari APBN - Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2020. Saat ini progres pekerjaannya baru mencapai 3,9 persen, diharapkan akan rampung pada 14 Oktober 2022. (industry)

Komentar