Kecil Kemungkinan Jokowi Kasih Jatah Menteri Lagi untuk NU, Ini Alasannya
ASKARA - Wacana reshuffle kabinet di bawah kendali Presiden Joko Widodo kembali mengemuka. Tak pelak, banyak sosok dikait-kaitkan bakal gabung ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin saat ini.
Bahkan, ada rumor yang menyebutkan bahwa organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) bakal diberikan satu tempat lagi di pemerintahan Jokowi.
Namun, menurut pengamat politik Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute) Muhammad Mualimin, kondisi itu kemungkinan kecil terjadi.
Pasalnya, NU sudah diberikan jatah dari Jokowi dengan menempatkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai menteri agama.
"Kalau NU, secara jatah politik sudah cukup," katanya, Selasa (20/4).
Mualimin menjelaskan, jadi, NU tidak usah lagi diberikan posisi lainnya dalam reshuffle menteri yang akan dilakukan.
"Bisa berikan pos-pos lain kepada partai lainnya saja. Jika NU kembali, nantinya bakal protes," jelasnya.
Menurut dia, ketimbang memberikan jatah ke NU, sebaiknya Jokowi memberikan jatah kepada Muhammadiyah.
"Muhammadiyah kurang terima karena dalam tradisi mereka selalu mendapatkan jatah menteri pendidikan,"jelasnya.(genpi)

Komentar