Ada banyak momen menyentuh di pemakaman Pangeran Philip. Saat prosesi pemakaman bergerak melalui halaman Kastil Windsor ke arah Kapel St.George, dekorasi upacara di peti mati raja terlihat menonjol.
Selain karangan bunga, topi angkatan laut, dan pedang, ada selembar amplop bertuliskan "In Loving Memory" yang ditulis dengan huruf hitam. Adalah kata-kata terakhir Elisabeth untuk suaminya yang terkasih.
Peti mati Pangeran Philips dibawa ke aula dalam kastil oleh kapel pribadi keluarga kerajaan di Kastil Windsor sebelum pemakamannya. Untuk ini dia diangkut dengan Land Rover yang dirancang khusus.
Saat prosesi pemakaman bergerak menuju Kapel St. George, terlihat bahwa peti mati didekorasi dengan gaya Pangeran Philip. Karenanya topi dan pedang "Royal Navy" dan juga ada surat Yang merupakan hadiah perpisahan pribadi dari Ratu di tengah simbolisme resmi dan militer.
Apa yang tertulis di surat itu mungkin tidak akan pernah dipublikasikan. Tetapi dapat diasumsikan bahwa Ratu, yang telah menikah dengan Philip selama 73 tahun, mengulas momen spesialnya untuk kata-kata terakhirnya.
Surat tersebut mengingatkan kembali pada pemakaman mengharukan Lady Diana pada September 1997. Saat itu ada sepucuk surat di peti matinya dengan judul "Mummy" (Bunda) dari kedua putranya William dan Harry. Hanya satu kata, tapi arti yang begitu kuat.
Saat itulah William yang berusia 15 tahun dan Harry yang berusia 12 tahun harus mengucapkan selamat tinggal kepada ibu tercinta mereka.
Mengingat usia Mang Ucup tahun depan sudah mencapai 80 tahun, maka nama saya sudah terdaftar dalam kloter berikutnya . Sehingga timbul pertanyaan apakah jeng Wied (istri) juga nanti bersedia untuk menulis surat yang terakhir saat saya dimakamkan?
Mang Ucup
Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar