ASKARA - Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pemerintah provinsi dan kabupaten kota se Provinsi Sumatera Barat tahun 2021 bertema "Penguatan Sinergitas Program yang Terintegrasi Mewujudkan Pertanian dan Kemaritiman yang Tangguh, Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan di Provinsi Sumbar".
Rakorda dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dan dihadiri Wakil Walikota Padang Panjang, Drs. Asrul, didampingi Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Iriansyah Tanjung, S.E, M.Si, serta Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Ade Nafrita Anas, S.P, M.Si,
Acara yang berlangsung di Hotel Kryad Bumi Minang, Padang, Rabu (24/3), menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS (Menteri Kelautan dan Perikanan RI tahun 2001-2004), dan Dr. Ir. Anton Apriantono (Menteri Pertanian RI tahun 2004-2009).
Pakar kelautan dan perikanan IPB University Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS mengemukakan pentingnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memaksimalkan potensi maritim yang dimilikinya.
Menurut Prof Rokhmin, Sumbar menyimpan potensi penangkapan ikan tuna terbesar di Indonesia. Sumbar juga didukung pelabuhan kelas A, yaitu Pelabuhan Samudera Bungus. Selanjutnya, potensi pariwisata bahari juga harus digarap maksimal.
“Sumbar punya potensi penangkapan ikan tuna terbesar di Indonesia. Sumbar juga didukung oleh pelabuhan kelas A, yakni pelabuhan di samudera Bungus. Yang juga tidak kalah pentingnya untuk dikembangkan adalah pariwisata bahari,” ujar ujar Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu dalam rilisnya, Kamis (25/3).
Sementara potensi lestari (MSY) sumber daya ikan di Laut Sumbar mencapai 565.100 ton per tahun. "Hingga 2019, tingkat pemanfaatan potensi tersebut baru 38,51%," sebut Rokhmin yang juga Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2021-2024.
Prof Rokhmin Dahuri mempresentasikan materi tentang, "Pembangunan kelautan dan perikanan untuk peningkatkan daya saing, pertumbuhan ekonomi berkualitas, dan kesejahteraan masyarakat provinsi sumatera barat secara ramah lingkungan dan berkelanjutan".
Prof. Rokhmin membahas tentang status dan tantangan pembangunan Provinsi Sumbar. Lalu keadaan umum, potensi dan tingkat pemanfaatan ekonomi kelautan perikanan Provinsi Sumbar; serta permasalahan dan tantangan pembangunan kelautan dan perikanan Provinsi Sumbar.
Kemudian ketua umum Masyarakat Akuakultur Indonesia itu juga memaparkan program pembangunan kelautan dan perikanan Sumbar, yang mencakup perikanan tangkap, perikanan budidaya, pembangunan industri pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, serta pembangunan bioteknologi kelautan dan pembangunan kelautan.
Sedangkan, Anton memaparkan bagaimana strategi meningkatkan nilai tambah dan produktivitas pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara Rokhmin upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produktivitas di bidang kemaritiman.
Dalam konteks pembangunan pertanian, Anton Apriyantono berharap kepada gubernur Sumatera barat membuat roadmap atau peta jalan produk pertanian unggulan di masing masing kabupaten/kota.
“Satu kabupaten/kota satu produk unggulan, sehingga dapat dengan mudah menjamin ketersediaan pangan di Sumatera Barat,” ujar Anton.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, hasil rakorda termasuk paparan dan masukan kedua pakar akan menjadi bahan arah kebijakan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kita sangat bersyukur atas masukan dari pakar-pakar di bidangnya. Nantinya akan menjadi bahan sebagai arah kebijakan dalam menyusun RPJMD Provinsi Sumatera Barat 2021-2026,” sebut dia.
Di kesempatan itu Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan 8 sertifikat Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2020, dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Provinsi Sumatera Barat.

Komentar