Senin, 08 Juni 2026 | 00:51
NEWS

Vaksin Astrazeneca Diyakini Habis Terpakai Sebelum Masa Simpan Berakhir

Vaksin Astrazeneca Diyakini Habis Terpakai Sebelum Masa Simpan Berakhir
Ilustrasi vaksinasi (Dok Pixabay)

ASKARA - Pemerintah optimistis 1,1 juta vaksin Astrazeneca yang sudah diterima melalui skema COVAX-WHO akan terpakai habis sebelum masa simpan berakhir, yaitu Mei 2021.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, pemberian vaksin juga akan diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan.

“Kami cukup optimis, mengingat saat ini dosis penyuntikan kita perhari sudah mencapai angka 250-350 ribu. Artinya kalau kita akan melakukan penyuntikan sebanyak 1,1 juta dosis vaksin, berarti kurun waktu 6 hari vaksinnya akan habis,” kata dr. Nadia dalam keterangannya, Rabu (17/3).

Seperti yang kita tahu, sebanyak 1.113.600 vaksin jadi dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton vaksin Covid-19 tahap keenam dari Astrazeneca telah tiba di Indonesia pada 8 Maret yang lalu.

Kedatangan vaksin ini adalah tahap pertama dari jatah vaksin gratis 11.704.800 dosis yang dialokasikan untuk Indonesia melalui skema multilateral COVAX yang diadakan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

COVAX merupakan sebuah inisiatif global untuk memberikan akses setara bagi seluruh masyarakat di dunia dalam mendapatkan vaksin Covid-19.

Pemerintah memutuskan untuk menunda sementara pendistribusian vaksin Covid-19 Astrazeneca sebagai bentuk kewaspadaan pemerintah terhadap vaksin.

“Penundaan ini merupakan kehati-hatian dari Pemerintah, tentunya hal ini berdasarkan arahan dari Badan POM,” jelas Nadia.

Sembari menunggu persetujuan distribusi, Badan POM akan melakukan proses quality control guna memastikan seluruh vaksin dalam keadaan baik hingga proses distribusi nantinya.

Pemerintah akan membeli 50 juta dosis vaksin Astrazeneca dan sebanyak 1,1 juta telah didatangkan ke Indonesia untuk program vaksinasi Covid-19. Vaksin milik perusahaan farmasi asal Inggris tersebut belum didistribusikan ke daerah-daerah.

Kemenkes baru akan mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke daerah setelah BPOM dan ITAGI memastikan penggunaan vaksin Covid-19 asal Inggris tersebut aman digunakan.

"Bukan tidak digunakan, jadi sementara belum didistribusikan menunggu hasil kajian BPOM dan ITAGI. Kalau informasi harus dikaji. Kita tunggu saja," tutur Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu, Senin (15/3).

Vaksin AstraZeneca menjadi perhatian sebab beberapa negara di Eropa memutuskan melakukan penangguhan vaksin tersebut usai dilaporkan temuan kasus penggumpalan darah. Kondisi tersebut diduga terjadi setelah mendapat suntik vaksin AstraZeneca.

 

Komentar