Lahir Sebagai Perempuan, Begini Proses Rekrutmen Aprilia Manganang Masuk Bintara TNI
ASKARA - Serda Aprilia Manganang dinyatakan sah sebagai seorang lak-laki. Meski dia anggota Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad).
Hal itu dipastikan setelah dilakukan tindakan korektif atau corrective surgery di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengatakan, Aprilia Manganang direkrut menjadi prajurit TNI AD melalui jalur penerimaan khusus anak muda berprestasi pada 2016 lalu.
Kala itu, pemeriksaan medis pun tidak sampai pada diagnosa kelainan alat reproduksi Hipospadia yang dialami oleh Aprilia.
"AD memutuskan untuk menerima. Pemeriksaan tidak dilakukan selengkap yang kami gelar minggu lalu," tutur Andika di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (9/3).
Serda Aprilia lahir dan besar di daerah yang terbilang terbatas secara fasilitas hingga akhirnya dilahirkan dengan akta lahir perempuan. Aprilia sendiri masuk dalam Bintara Komunitas Ajudan Jenderal.
"Sersan Aprilia Manganang dilahirkan di Tahuna, jadi inilah tempat lahir dan dibesarkan Aprilia Manganang. Tepatnya di Pulau Sangir, atau sering disebut Tahuna. Dan kalau kita hari ini naik kapal, itu kira-kira dari Manado delapan jam ke arah pulau ini," tutur Andika.
"Seseorang yang diberi nama Aprilia Manganang tidak seberuntung kita semua. Saat dilahirkan, dia punya kelainan pada sistem reproduksinya. Hipospadia," tambahnya.
Terlebih kurangnya pengetahuan ayah dan ibu dari Aprilia. Orang tuanya hanya seorang buruh tani dan asisten rumah tangga, bahkan melahirkan pun di rumah dengan fasilitas medis seadanya.
"Ini yang kemungkinan paramedis melihat hanya secara fisik bahwa anak ini perempuan," jelas Andika.
Aprilia yang lahir di Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992 itu dinyatakan perempuan saat lahir. Sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam perjalanan hidupnya.
"Kondisi ini terus berlangsung sampai Aprilia Sekolah Dasar dan SMP di Tahuna, pindah SMA ke Manado, sampai akhirnya 2016 Angkatan Darat melihat prestasi dari anak ini," ujarnya.
Secara kesehatan, kelainan itu tidak menganggu hidup Aprilia. Bahkan karena prestasinya, ia hingga dilirik oleh TNI AD pada 2016 agar bisa bergabung menjadi Bintara.
"Itulah kenapa Angkatan Darat saat itu memutuskan merekrut Aprilia dalam program rekrutmen khusus Bintara berprestasi. Aprilia direkrut jadi Angkatan Darat," tandas Andika.

Komentar