Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:44
OPINI

Opa For Future, “When I’m Eighty Four”

Opa For Future,  “When I’m Eighty Four”
Mang Ucup

Saya mengakui bahwa bodi Mang Ucup dalam usia 79 tahun sekarang ini sudah tidak mulus lagi seperti saat 60 tahun yang lampau. Namun apakah ini berarti satu alasan bagi saya untuk Give Up?  No Way!

Sama seperti juga mobil walaupun bodinya sudah tidak mulus lagi, namun yang penting adalah motor nya yang harus masih tokcer !

Kita hidup bukannya karena raga kita melainkan karena jiwa kita, raga tanpa jiwa berarti orang tersebut sudah mati, sebab raga itu hanya sekedar bungkus saja.

Memang ada pepatah “Mens sana in corpore sano”.  Sebuah kalimat dalam Bahasa Latin yang artinya adalah  "Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”

Namun tidak selalu benar, buktinya ahli fisika Stephen Hawking yang sejajar dengan Albert Eisntein, walaupun ia lumpuh total namun ia termasuk 100 manusia paling hebat sepanjang masa di kolong langit ini, karena ia memiliki jiwa dan semangat hidup yang sangat luar biasa sekali.

Berdasarkan pemikirkan inilah sehingga timbul pertanyaan, apakah Mang Ucup hanya karena sekedar bolor dan budeg saja sudah mau Give UP?  Cengeng sekali, malu sama anak cucu !

Seharusnya saya bangkit dan memberikan teladan terutama bagi para lansia, bahwa usia itu hanya just a number saja yang numpang lewat di jidat saja. Maka dari itu motto hidup saya untuk tahun 2021 ini adalah: “Life Begins At Eighty !”

Dan ini sudah tidak bisa ditawar lagi, maklum usia 60 dan 70 nya sudah terlewatkan. Alasan utama yang mendorong semuanya ini, karena saya belum berhasil mewujudkan impian saya, to make my dream come true !

Memang dalam usia yang sudah bau tanah ini masih punya impian? Disamping itu tentu banyak rekan-rekan  yang bertanya impian apa lagi yang masih belum terwujudkan oleh Mang Ucup?

Saya ingin pulang balik mudik untuk selamanya ke Tanah Air Indonesia tempat dimana saya dilahirkan, maklum sudah capek melanglang buana di Eropa selama 60 tahun lebih, bahkan saya ingin dikubur di Bumi Pertiwi.

Saya merasa belum berhasil dan juga belum cukup mengabdikan diri saya untuk Negara Indonesia.  Saya harus berani dan juga bersedia untuk meninggalkan Belanda yang segalanya sudah serba terjamin untuk memulai dari awal lagi dengan petualangan hidup baru di Indonesia .

Air mata saya turun berlinang ketika saya melihat badai dan banjir di Jakarta, Semarang maupun di tempat-tempat lainnya oleh sebab itulah; untuk selanjutnya saya ingin mengadikan diri saya terutama untuk lingkungan hidup.

Greta Thunberg gadis usia 15 tahun dari Swedia telah berhasil merubah pola pikir ratusan juta manusia mengenai lingkungan hidup, sehingga ia telah menjadi ikon global dalam kampanye perubahan lingkungan? “Fridays for Future”

Bahkan ia telah berhasil menggerakkan pola pikir seorang kakek gaek baca Opa seperti Mang Ucup untuk mengikuti jejaknya, dimana saya pun ingin turut ikutan demo turun ke jalanan dengan motto: “Opa For Future !”

Jadi satu salah besar apabila saya ingin mengkahiri cerita kisah hidup Mang Ucup, karena kisah hidup saya barusan saja akan dimulai dan juga masih panjang sebab “Life Begins At Eighty !” Jadi masih ada 20 tahun lagi yang harus saya jalani.

Saya lampirkan disini foto terakhir Mang Ucup tanpa editan, sebelum saya berangkat untuk ikutan demo di jalanan Amsterdam.

Paul McCartney dari Beatles harus merubah lirik lagunya: “When Im Sixty Four” menjadi “When Im Eighty Four”. Karena ia juga seusia dengan Mang Ucup hanya beda satu bulan saja.

https://www.youtube.com/watch?v=HCTunqv1Xt4

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar