Angka Kematian Nakes Akibat Covid-19 Ditargetkan Turun 50 Persen
ASKARA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama tim khusus keselamatan dokter dan Satgas Penanganan Covid-19 menargetkan angka kematian tenaga kesehatan akibat terjangkit virus corona turun sebesar 50 persen pada Juli 2021.
Berdasarkan data Tim Mitigasi IDI, sejak 2 Maret 2020 hingga 27 Januari 2021, tercatat 647 tenaga medis di Indonesia meninggal dunia.
"Target program 3-6 bulan untuk angka kematian nakes bisa kita turunkan sampai 50 persen dan angka keterpaparan kita turunkan sampai 30 persen," kata Ketua Umum IDI Daeng Muhammad Faqih, Selasa (9/3).
Dia menjelaskan, strategi yang akan digunakan untuk mencapai target itu dengan mengedukasi nakes seperti, standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja.
Serta pelatihan khusus keselamatan, ketersediaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar, hingga sistem pencegahan kelelahan dan stres. Selain itu, tim khusus akan melakukan screening aktif perihal kondisi nakes dan komorbid yang dimiliki.
Nakes, juga akan mendapat akses perawatan maksimal saat menjalani perawatan di ruang isolasi maupun intensive care unit (ICU).
"Ketersediaan obat khusus, alat kesehatan khusus, juga terapi khusus disediakan. Obat-obatan seperti IVIG, Actemra akan kami sediakan," terang Daeng Muhammad Faqih.
Pihaknya terus berusaha melakukan upaya pencegahan mengantisipasi kondisi nakes yang memburuk hingga menyebabkan kematian. Salah satu upaya preventif itu pelaksanaan rapid testantigen yang masif.
Apabila nakes diketahui terinfeksi covid-19, maka yang bersangkutan harus lekas di-rontgen untuk segera mengetahui pneumonia dan menghindari happy hypoxia.
Bila hasil rontgen menunjukkan ada kondisi serius maka nakes wajib rawat inap.
"Selain itu, juga akan ada tracing dan perawatan bagi keluarga nakes yang terdampak," tandas Daeng Muhammad Faqih.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, pelaksanaan vaksinasi ini dapat menekan kasus positif Corona. Karena prinsipnya vaksin Covid-19 dalam pengembangnnya memperhatikan respon imun yang luas dan mempetimbangkan antibodi dan sel.
"Vaksin Covid-19 yang sedang dalam pengembangan atau telah disetujui. Diharapakan memberikan setidaknya memberikan proteksi untuk melawan virus baru," jelasnya.

Komentar